Pemkot Mojokerto mematangkan manajemen talenta ASN di hadapan BKN. Sistem digital disiapkan untuk merekomendasikan pejabat terbaik dan mengisi 21 jabatan kosong secara objektif.

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus mempercepat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) guna menciptakan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Langkah tersebut ditunjukkan melalui ekspos implementasi manajemen talenta di hadapan tim Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI di Jakarta Timur, Selasa (21/7/2026).

Dalam forum tersebut, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memaparkan kesiapan sistem manajemen talenta yang tengah dikembangkan Pemkot Mojokerto. Paparan tersebut juga disertai simulasi digital untuk menguji kemampuan sistem dalam merekomendasikan calon pejabat terbaik saat terjadi kekosongan jabatan.

Sistem tersebut dirancang untuk menyeleksi kandidat berdasarkan berbagai indikator, mulai dari kompetensi, potensi, kinerja hingga rekam jejak ASN. Dengan mekanisme ini, proses pengisian jabatan diharapkan menjadi lebih objektif dan berbasis data.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Karena itu, Pemkot Mojokerto berupaya membangun sistem yang mampu mengidentifikasi sekaligus mengembangkan ASN berpotensi untuk menduduki posisi strategis.

“Pelayanan publik yang berkualitas hanya bisa diwujudkan oleh ASN yang kompeten, profesional, dan ditempatkan sesuai kapasitasnya. Karena itu kami menyiapkan sistem yang mampu menemukan dan mengembangkan talenta terbaik yang dimiliki Kota Mojokerto,” ujarnya.

Ning Ita menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar memenuhi kebutuhan jabatan yang kosong. Lebih dari itu, sistem ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan regenerasi kepemimpinan birokrasi.

Melalui pemetaan kompetensi ASN secara menyeluruh, pemerintah dapat menyiapkan calon pemimpin masa depan yang memiliki integritas, kemampuan manajerial, dan kesiapan menghadapi tantangan pembangunan daerah.

“Manajemen talenta merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai kompetensi dan prestasinya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pola pengembangan karier berbasis talenta akan menciptakan sistem promosi yang lebih transparan dan akuntabel. Jabatan strategis nantinya diisi oleh ASN yang benar-benar memenuhi kualifikasi dan kebutuhan organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Mojokerto juga mengungkapkan masih terdapat 21 jabatan yang belum terisi di lingkungan pemerintah daerah.

Rinciannya terdiri dari tiga Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, tujuh jabatan administrator, dan sebelas jabatan pengawas.

Keberadaan sistem manajemen talenta diharapkan mampu mempercepat proses pengisian jabatan tersebut melalui rekomendasi otomatis yang dihasilkan berdasarkan data dan profil ASN yang tersedia.

“Melalui simulasi ini kami ingin memastikan sistem dapat memberikan rekomendasi kandidat terbaik secara cepat, terukur, dan berbasis kompetensi ketika ada jabatan yang lowong,” jelas Ning Ita.

Saat ini Pemerintah Kota Mojokerto memiliki 3.663 ASN yang sebagian besar berada pada usia produktif. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun birokrasi yang berkelanjutan sekaligus menyiapkan kader-kader pemimpin baru di masa mendatang.

Melalui implementasi manajemen talenta yang terintegrasi dengan ketentuan BKN, Pemkot Mojokerto menargetkan terciptanya sistem karier ASN yang lebih profesional, objektif, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini