
inilahmojokerto.com – Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat sosialisasi Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi (Pro Bestari) dengan melibatkan ketua RT, RW, kader PKK, hingga tokoh masyarakat. Langkah ini dilakukan agar seluruh warga, khususnya mahasiswa yang memenuhi persyaratan, tidak kehilangan kesempatan memperoleh beasiswa hanya karena kurangnya informasi.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan pola sosialisasi tahun ini dibuat lebih masif dibandingkan sebelumnya. Jika selama ini informasi lebih banyak disampaikan melalui media sosial dan surat kepada kelurahan, kini pemerintah hadir langsung ke masyarakat melalui kegiatan sosialisasi di setiap wilayah.
“Kenapa sekarang kami datang langsung ke kelurahan? Karena kami ingin Pro Bestari bisa diakses lebih luas oleh masyarakat Kota Mojokerto. Jangan sampai ada mahasiswa yang sebenarnya memenuhi syarat, tetapi tidak pernah mendengar adanya program ini,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat sosialisasi Program Pro Bestari di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Selasa (28/7).
Menurut Ning Ita, peran RT dan RW sangat penting karena menjadi ujung tombak penyebaran informasi di lingkungan masyarakat.
Ia meminta para ketua RT dan RW aktif menginformasikan pembukaan pendaftaran Pro Bestari yang dimulai 1 Agustus 2026, terutama kepada warga yang memiliki anak atau keluarga yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.
“Saya titip kepada Bapak-Ibu Ketua RT dan Ketua RW, kalau ada tetangga atau saudara yang memiliki putra-putri kuliah di perguruan tinggi negeri, tolong disampaikan bahwa mulai 1 Agustus pendaftaran Pro Bestari dibuka,” katanya.
Ning Ita menjelaskan, Program Pro Bestari merupakan inovasi Pemerintah Kota Mojokerto yang telah berjalan selama enam tahun secara berkelanjutan. Meski pemerintah kabupaten maupun kota tidak memiliki kewenangan mengelola pendidikan tinggi, Pemkot tetap mengalokasikan anggaran sebagai bentuk investasi pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, semakin banyak warga yang berhasil menempuh pendidikan tinggi, semakin besar pula peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto.
“Program ini bukan program wajib pemerintah daerah. Ini adalah kreativitas dan inovasi kita agar semakin banyak warga Kota Mojokerto yang bisa menjadi sarjana,” ujarnya.
Ia menambahkan, manfaat investasi pendidikan memang tidak selalu terlihat dalam waktu singkat, tetapi akan memberikan dampak besar bagi pembangunan daerah pada masa mendatang.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan kita berharap semakin banyak SDM unggul yang akan membangun Kota Mojokerto dan berkontribusi bagi Indonesia,” tuturnya.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Mojokerto menyediakan 300 kuota penerima Beasiswa Pro Bestari. Program ini ditujukan bagi mahasiswa berprestasi yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.
Setiap penerima memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp3,6 juta per semester untuk mendukung kelancaran studi.
Selain Pro Bestari, Pemkot Mojokerto juga bekerja sama dengan Baznas Kota Mojokerto melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Menutup kegiatan sosialisasi, Ning Ita kembali mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi beasiswa tersebut.
“Semakin banyak masyarakat yang mengetahui Pro Bestari, semakin banyak pula putra-putri Kota Mojokerto yang bisa memanfaatkan kesempatan ini. Saya berharap seluruh RT, RW, kader PKK, dan tokoh masyarakat ikut menyampaikan informasi ini kepada lingkungan masing-masing,” pungkasnya.









































