
IM.com — Pemerintah Kabupaten Mojokerto resmi memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Prosesi pelepasan bantuan dilakukan pada Kamis (11/12/2025) pagi di halaman Pemkab Mojokerto, Jawa Timur, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Mojokerto terhadap saudara sebangsa yang tengah dilanda musibah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, melaporkan bahwa bantuan dihimpun melalui Posko Bantuan Pemkab Mojokerto Peduli Bencana Sumatera.
Dalam waktu singkat, ribuan ton logistik terkumpul, terdiri atas kebutuhan pokok, perlengkapan bayi, serta peralatan darurat. Bantuan tersebut meliputi:
Beras 12.500 kg
Mi instan 572 dus
Gula pasir 2.565 kg
Krecek kerupuk udang 150 kantong
Minyak goreng 43 dus
Susu 15 dus
Air mineral gelas 50 kardus
Air mineral botol 40 dus
Makanan ringan 15 dus
Obat-obatan 2 dus
Peralatan mandi 300 paket
Sandang 100 paket
Popok bayi 4.355 pak
Selimut 200 lembar
Handuk 150 lembar
Sarung 150 buah
Mukena 25 buah
Hasil Gotong Royong
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi serta mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang turut berperan dalam pengumpulan bantuan.
“Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih dua hari bantuan ini dapat kita kumpulkan. Ada enam truk dan satu Hiace yang akan mengangkut bantuan ini. Semoga bantuan yang kami kumpulkan dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan masyarakat Mojokerto dapat diterima oleh saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan sebagian bantuan berasal dari donasi uang, kemudian diwujudkan dalam bentuk kebutuhan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Seluruh bantuan akan disalurkan melalui BPBD Jawa Timur untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Bupati Albarra menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Baznas, dan berbagai pihak swasta yang turut mendukung aksi kemanusiaan ini.
Pemberangkatan bantuan ini menjadi bukti nyata solidaritas masyarakat Mojokerto terhadap para korban bencana di Sumatera.
Dengan semangat gotong royong, diharapkan bantuan tersebut mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak serta memperkuat hubungan persaudaraan antar daerah. (kim/wid)





































