Anak-anakku, akankah kita berjalan-jalan dalam hutan jati yang rimbun ini?

inilahmojokerto.com – Cucu-cucuku, saudara-saudaraku, putra-putriku, sekarang pagi telah tiba. Dapatkah kita pergi berjalan-jalan? Lihatlah hutan jati yang lebat ini. Pemerintah Sri Lanka telah menanam ribuan pohon jati ini.

Apakah engkau tahu mengapa mereka menanamnya? Karena kayu-kayu jati itu adalah kebutuhan yang sangat berharga, dan dapat dijual ke negara-negara lain. Kayu-kayu ini sangat indah, bermanfaat, ringan, dan tahan lama.

Karena kayu jati lebih mudah diolah daripada kayu-kayu jenis-jenis lain, ia dapat digunakan untuk banyak tujuan. Para tukang kayu dapat membuat tempat tidur, meja, dan kursi dari kayu ini, pembuat gedung menggunakan papan-papan jati yang sudah terbukti kekuatannya untuk rumah-rumah dan atap.

Untuk mendapatkan manfaat terbesar dari kayu jati, bagaimanapun, engkau sebaiknya menunggu kurang lebih dua puluh sampai tiga puluh tahun sebelum menebangnya. Saat itulah getah kayu terbentuk dan warna kayu itu menjadi gelap.

Getah dalam kayu-kayu yang sudah tua menjadi lebih pahit dan beracun sehingga serangga tidak dapat menyerangnya. Tetapi ketika pohon itu masih muda, getah-getah tercampur dengan air, dan mutu kayu menjadi rendah. Kayu-kayu ini tetap akan laku terjual, tetapi tidak sebagus dan setahan kayu-kayu yang sudah tua.

Hanya setelah kayu-kayu ini mencapai tahap dewasa kayu-kayu itu akan mencapai nilai tertinggi dan tahan selama dua ratus atau tiga ratus tahun lebih lama, jauh setelah kayu-kayu jenis pohon lain membusuk.

Papan-papan dari kayu jati akan menjadi kuat, dan bangunan serta perabot-perabot yang terbuat dari kayu jati akan tetap kuat dan indah. Jika engkau memolesnya, engkau dapat membuat mereka berkilauan seperti cermin, dan dari generasi ke generasi, kayu-kayu tersebut hanya akan memerlukan pembersihan dan perbaikan sewaktu-waktu.

Cucu-cucuku, lihatlah pepohonan di sana itu! Tampaknya mereka sudah cukup usia untuk ditebang. Mereka kira-kira berumur sekitar empat puluh atau lima puluh tahun. Kebanyakan dari pohon-pohon lain di sini berumur sekitar dua atau tiga tahun. Lihatlah betapa kecil ukuran mereka, yang tingginya kurang dari sekaki.

Jika dahan-dahan kayu itu dipangkas secara berkala, mereka akan tumbuh lurus, dan dua puluh tahun lagi mereka akan siap untuk ditebang. Namun, karena pemerintah tidak sabar dalam pemanfaatan kayu-kayu jati untuk suatu bangunan, mereka selalu menebang pohon-pohon yang muda, sementara kayunya masih berwarna putih. Tetapi kayu-kayu itu tidak cukup kuat dan seharusnya tidak digunakan dulu. Hujan dan angin akan membusukkan kayu-kayu itu dari tahun ke tahun.

Kasihku padamu, cucu-cucuku. Manusia serupa pohon jati. Walaupun dia mungkin disebut sebagai manusia, dia tidak akan mengembangkan nilai-nilai di dalam dirinya secara penuh sebelum mencapai usia cukup dewasa.

Sebelum itu, tidak masalah betapa pintarnya dia, tidak masalah berapa banyak seni dan ilmu pengetahuan yang telah dipelajarinya, dia akan sama seperti jati muda, tidak berguna bagi dirinya atau orang lain. Jika dia ditebang sebelum waktunya, tidak akan mempunyai kegunaan apa pun dalam kelahirannya di dunia. Manusia yang tidak dewasa akan dihancurkan.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang manusia agar dirinya dewasa secara benar?

Pertama, dia harus membangun hubungan antara dirinya dengan Tuhan, hubungan antara sifat-sifat dan aktivitasnya dengan sifat-sifat serta aktivitas Tuhan, antara keadilan dan kesadarannya dengan keadilan dan kesadaran Tuhan, antara cintanya dengan cinta Tuhan.

Dia harus membangun hubungan antara kedamaian dan kasih dari Tuhan dengan kedamaian serta kasih dari dirinya sendiri. Untuk menguatkan kearifannya, sifat-sifat dan tindakannya harus dewasa. Doa, perenungan, dan ibadah yang dilakukannya juga harus dewasa (matang).

Kemudian ketika rahmat Tuhan datang kepadanya dan membangun dirinya, dia akan menampakkan keindahan dalam hati, sifat-sifat, dan kearifannya. Karena dia mengetahui apa yang benar dan yang salah dalam hati orang lain, dia akan menjadi makhluk yang indah dalam bentuk cinta, kasih, kearifan, dan keadilan. Kegemilangan Tuhan akan mengalir dari dalam dirinya seperti getah yang meleleh dari pohon jati, dan dia akan berguna selama beratus-ratus tahun.

Dengan cara yang sama pohon jati dewasa dapat dijadikan rumah-rumah yang indah, sama seperti manusia yang akan berguna dalam menolong orang lain untuk membangun rumah indah dalam hati mereka.

Dia akan membantu orang tersebut untuk membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa dan ibadah sampai pada tingkatan yang diizinkan kearifan serta pengetahuannya. Akan menjadi keuntungan apa pun dari yang dikatakan dan dilakukan oleh orang tersebut. Tindakan, keadilan, dan kedamaian, setiap nafasnya akan berguna dan menolong semua manusia.

Kasihku padamu, cucu-cucuku. Keagungan manusia ini akan datang jika dia membangun hubungan dengan Tuhan. Kehidupannya akan sangat menguntungkan bagi orang lain ketika dirinya telah membangun kearifan dan kesadaran dalam dirinya, ketika dirinya tahu tentang salah dan benar, surga dan neraka, kebaikan dan kejahatan.

Setan tidak akan mendekatinya ketika dirinya dalam keadaan dewasa, seperti seekor serangga tidak akan hinggap di pohon jati yang sudah tua. Ilusi, lima unsur, pikiran, dan hasrat tidak akan berbahaya pada dirinya. Jika saja empat ratus triliun, sepuluh ribu energi spiritual menyentuhnya, maka energi itu akan mati. Hanya keagungan, sifat-sifat, dan keadilan serta cinta-Nya akan berada di dalam manusia yang telah membangun hubungan dengan Tuhan.

Kalian harus memikirkan hal ini! Kasihku padamu, cucu-cucuku. Engkau harus membangun keadaan ini di dalam dirimu sendiri dan memberikan semua keuntungan ini pada seluruhnya. Kasihku padamu.

 

Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.3
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen

3

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini