Hanya dalam waktu 29 hari, Jembatan Perintis Garuda, telah rampung dikerjakan lebih cepat dari target sejak peletakan batu pertama,

inilahmojokerto.com – Hanya dalam waktu 29 hari, Jembatan Perintis Garuda, telah rampung dikerjakan lebih cepat dari target sejak peletakan batu pertama, Senin (30/3/2026).

Jembatan yang terletak di tengah hamparan persawahan Dusun Bulu, Desa Mojosarirejo,Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, adalah simbol kerja keras dan kebersamaan.

Jembatan yang melintasi Sungai Marmoyo itu resmi selesai pembangunannya pada Selasa (28/4/2026).

Capaian ini bukan sekadar angka progres, melainkan cerminan efisiensi kerja lapangan yang berpadu dengan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat setempat.

Medan yang dilalui bukan tanpa tantangan. Akses jalan tanah berlumpur di area persawahan memaksa personel dan warga mengangkut material secara manual menggunakan gerobak.

Namun, keterbatasan itu justru menjadi pengikat kebersamaan. Di tengah lumpur dan beban berat, semangat kolektif menjadi energi utama yang mendorong percepatan pembangunan.

Secara teknis, berbagai pekerjaan utama telah diselesaikan sepenuhnya. Mulai dari galian biasa dan struktur, pembangunan pondasi footplat beton K-350, hingga pemasangan pondasi cyclop batu kali.

Pekerjaan detail seperti beton block, block kait angin, pengelasan, pemotongan, pemasangan buldog grip, hingga as roller custom dan kuos tekukan sling juga telah rampung.

Saat ini, tahap finishing terus dikejar, dengan progres mencapai 90 hingga 95 persen. Penyelesaian meliputi pemasangan baut mur baja, sambungan railing, serta hanger besi yang menjadi bagian akhir sebelum jembatan digunakan secara optimal.

Jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 1,2 meter ini dirancang mampu menahan beban hingga 2 ton.

Kehadirannya diproyeksikan memberi dampak signifikan bagi sekitar 4.000 jiwa atau 1.290 kepala keluarga di Desa Mojosarirejo. Tak hanya mempermudah mobilitas warga, jembatan ini juga menjadi akses vital bagi para petani, termasuk mereka yang berasal dari luar desa.

Pasiter Kodim 0815/Mojokerto, Kapten Inf Budiono, mewakili Dandim 0815/Mojokerto, menyebut percepatan ini sebagai hasil nyata sinergi yang solid di lapangan.

Menurutnya, kondisi medan yang sulit tidak menyurutkan semangat personel dan masyarakat untuk bekerja maksimal.

“Gotong royong menjadi kunci utama. Dengan kebersamaan, semua tantangan bisa dilalui sehingga pembangunan selesai lebih cepat dari target,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap jembatan ini segera memberikan manfaat nyata, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi warga.

Akses yang lebih lancar diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan dukungan cuaca yang relatif bersahabat dan situasi wilayah yang kondusif, Jembatan Perintis Garuda kini tak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol keberhasilan pembangunan infrastruktur berbasis kolaborasi.

Sebuah bukti bahwa kerja bersama TNI dengan warga desa setempat mampu mempercepat perubahan, bahkan di tengah keterbatasan. (anto)

43

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini