inilahmojokerto.com – Nama Ery Purwanti kian menjadi sorotan sejak dipercaya memimpin DPRD Kota Mojokerto. Diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, ia tak sekadar menempati kursi Ketua sejak 06 November 2024, tetapi mulai menunjukkan arah kepemimpinan yang dinilai lebih berani dan progresif.
Di tengah dinamika politik daerah yang kerap diwarnai kompromi kepentingan, Ery justru tampil dengan pendekatan berbeda. Ia menegaskan bahwa DPRD tidak boleh hanya menjadi “stempel kebijakan”, melainkan harus berdiri sebagai pengawas yang kuat dan representatif bagi masyarakat.
“Kalau DPRD tidak kritis, lalu siapa yang akan memastikan kebijakan benar-benar berpihak pada rakyat?” ujar Ery dalam salah satu forum rapat yang dihadiri awak media.
Sejumlah langkah mulai terlihat. Dari dorongan transparansi dalam pembahasan anggaran hingga penekanan pada isu perlindungan perempuan dan anak, Ery mencoba menggeser peran legislatif menjadi lebih substantif.
Ia juga membuka ruang dialog dengan masyarakat, sebuah langkah konsisten yang dilakukan termasuk dengan wartawan yang bagian mitra komunikasi antara legislatif dan masyarakat.
“Saya tidak sedang mencari aman. Saya menjalankan amanah,” tegasnya.
Pengamat politik lokal menilai, kemunculan Eri Purwanti menjadi sinyal kuat bahwa perempuan di politik daerah tidak lagi berada di pinggiran. “Ini bukan lagi soal kuota perempuan. Ini soal kualitas kepemimpinan. Dan itu sedang diuji sekarang,” ujar seorang analis kebijakan publik di Mojokerto.
Di bawah kepemimpinannya, DPRD Kota Mojokerto berada menjadi lembaga yang tegas, transparan, dan berpihak pada publik. (uyo/adv)









































