Hasil tes psikologi mengungkap badut di Mojokerto yang membunuh mertua dan melukai istrinya melakukan aksi secara sadar
Polisi mengungkap hasil tes psikologi forensik terhadap Satuan (43), pria berprofesi sebagai badut di Mojokerto yang tega membunuh ibu mertuanya serta melukai istrinya sendiri.

inilahmojokerto.com – Polisi mengungkap hasil tes psikologi forensik terhadap Satuan (43), pria berprofesi sebagai badut di Mojokerto yang tega membunuh ibu mertuanya serta melukai istrinya sendiri. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tersangka dinyatakan melakukan aksinya dalam kondisi sadar dan tidak mengalami gangguan kejiwaan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, penyidik terus melengkapi berkas perkara dengan memeriksa sejumlah saksi dan ahli, termasuk korban yang selamat dari insiden berdarah tersebut.

“Hingga saat ini kami telah memeriksa sembilan saksi dan dua ahli, yakni ahli forensik serta ahli psikologi forensik. Korban juga sudah dimintai keterangan,” ujar Aldhino, Selasa (19/5/2026).

Dari hasil tes psikologi forensik, tersangka dinilai mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Polisi memastikan aksi tersebut tidak dipengaruhi alkohol maupun obat-obatan terlarang.

“Hasil pemeriksaan psikologi menyatakan tersangka melakukan perbuatan itu secara spontan namun dalam kondisi sadar. Tidak ditemukan adanya gangguan jiwa ataupun pengaruh alkohol dan obat-obatan,” jelasnya.

Penyidik juga mengungkap, tindakan nekat pelaku dipicu konflik rumah tangga yang telah lama memendam tekanan emosional hingga akhirnya memuncak.

“Perbuatannya merupakan akumulasi emosi akibat persoalan internal keluarga,” tambah Aldhino.

Saat ini, Satreskrim Polres Mojokerto tengah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto untuk menjadwalkan rekonstruksi kasus di lokasi kejadian.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di rumah kontrakan pasangan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, Sri Wahyuni (35) diduga lebih dulu menjadi korban penganiayaan saat anak bungsunya berada di rumah neneknya, Siti Arofah (53), yang lokasinya sekitar 50 meter dari tempat tinggal mereka.

Ketika mendengar keributan, Siti Arofah datang melalui pintu belakang rumah. Namun nahas, pelaku diduga panik lalu mengambil pisau dapur dan menikam korban berkali-kali hingga meninggal dunia di lokasi.

Tak berhenti di situ, pelaku juga diduga menyayat leher istrinya sebelum kabur menuju Surabaya.

Tim gabungan Resmob dan Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya berhasil menangkap Satuan di kawasan Asemrowo, Surabaya, sekitar enam jam setelah kejadian berdarah tersebut. (uyo)

1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini