Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan investasi yang masuk harus berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja
Pemerintah Kota Mojokerto mulai memperketat pengukuran efektivitas investasi agar setiap rupiah yang ditanamkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

inilahmojokerto.com – Tidak semua investasi yang masuk ke daerah otomatis mampu menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja. Karena itu, Pemerintah Kota Mojokerto mulai memperketat pengukuran efektivitas investasi agar setiap rupiah yang ditanamkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka Sosialisasi Pemahaman Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan Incremental Labor Output Ratio (ILOR) di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Dr. Dra. Kartika Fithriasari, M.Si., itu diikuti Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, serta perwakilan Badan Pusat Statistik.

Dalam arahannya, wali kota yang akrab disapa Ning Ita menekankan pentingnya data yang akurat dan terperinci untuk mengetahui apakah investasi yang masuk benar-benar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan nilai tambah bagi daerah.

“Data yang kita sajikan harus lebih detail agar dapat menunjukkan investasi yang benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Ning Ita, selama ini investasi kerap diukur dari besarnya nilai yang masuk. Padahal, ukuran keberhasilannya tidak hanya dilihat dari nominal investasi, tetapi juga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Karena itu, indikator ICOR dan ILOR dinilai penting sebagai alat ukur efektivitas investasi sekaligus bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya memahami cara menghitung kedua indikator tersebut, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Semua program dan anggaran harus diarahkan untuk menghasilkan investasi yang produktif. Investasi bukan hanya berasal dari sektor swasta, tetapi juga dari pembangunan yang dibiayai APBD,” tegasnya.

Ning Ita juga mengingatkan bahwa urusan investasi bukan semata tanggung jawab perangkat daerah yang menangani perizinan maupun penanaman modal. Seluruh OPD memiliki peran dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan produktif.

“Ini bukan hanya tugas perangkat daerah yang menangani investasi dan perizinan. Semua OPD memiliki peran dalam menciptakan investasi yang produktif dan berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,” katanya.

Melalui sosialisasi tersebut, Pemkot Mojokerto berharap seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya kualitas data dan pengukuran efektivitas investasi. Dengan demikian, pembangunan yang dijalankan tidak hanya menghabiskan anggaran, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

16

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini