
inilahmojokerto.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di lingkungan Polres Mojokerto tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menguatkan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun integritas, kepedulian sosial, dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Mapolres Mojokerto, Rabu (26/8/2026), dengan diikuti jajaran pejabat utama, para kapolsek, personel Polres dan Polsek jajaran serta Pengurus Cabang Bhayangkari Mojokerto.
Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si. tidak dapat hadir langsung dan diwakili Wakapolres Mojokerto Kompol Grandika Indera Waspada, S.I.K., M.I.K.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Tema tersebut menjadi pengingat bagi anggota Polri bahwa tugas menjaga keamanan dan memberikan pelayanan publik membutuhkan bukan hanya kemampuan profesional, tetapi juga landasan moral dan akhlak.
Suasana peringatan berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat serta tausiyah keagamaan yang disampaikan KH Imam Muhadjir.
Dalam tausiyahnya, KH Imam Muhadjir mengajak peserta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sifat jujur, amanah, sabar dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang penting untuk terus diterapkan.
Nilai tersebut dinilai semakin relevan bagi anggota Polri yang memiliki tanggung jawab dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
“Rasulullah adalah contoh sempurna dalam kejujuran, amanah, sabar, dan peduli sesama. Nilai-nilai ini harus kita hidupkan, terutama bagi kita yang mengemban amanah menjaga keamanan dan melayani masyarakat,” ujar KH Imam Muhadjir.
Peringatan Maulid Nabi juga diwarnai kepedulian sosial. Polres Mojokerto turut mengundang anak-anak dari Panti Asuhan Anak Yatim Piatu Tarbiyatul Aitam, Mojosari.
Kehadiran anak-anak panti menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Sementara itu, Wakapolres Mojokerto Kompol Grandika Indera Waspada mengajak seluruh personel menjadikan Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas pengabdian.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk ketika anggota menjalankan tugas di tengah masyarakat.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan maupun dalam pelaksanaan tugas,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun keseimbangan antara profesionalisme dan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Pelayanan yang humanis, kata dia, akan lebih mudah terwujud ketika anggota memiliki kepedulian dan niat pengabdian yang kuat.
“Profesionalisme harus berjalan beriringan dengan akhlak. Dengan hati yang bersih dan niat mengabdi, kita akan mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut, Polres Mojokerto menegaskan pentingnya menjadikan nilai keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter personel.
Keteladanan Rasulullah diharapkan tidak berhenti dalam rangkaian seremoni, tetapi diterapkan dalam sikap jujur, amanah, adil, sabar dan peduli ketika anggota menjalankan tugas melayani masyarakat.








































