Pengamanan TPS Desa Temon Trowulan masih kondusif

IM.com – Pemilihan kepala desa (Pilkades) digelar secara serentak di 36 desa di Kabupaten Mojokerto, Rabu (21/9/2016). Sedikitnya 1.531 pasukan gabungan Polri dan TNI diterjunkan untuk menjaga keamanan tahapan memilih pemimpin desa.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Iptu Suyono mengatakan, pola pengamanan Pilkades dibagi ke dalam tiga kategori. Meliputi kategori aman, rawan 1, dan rawan 2. “Kategori aman pola pengamanan di TPS (tempat pemungutan suara) 20 Polri, 10 TNI, 10 Linmas. Rawan 2 meliputi 25 Polri, 10 TNI, 15 Linmas. kalau Rawan 1, 30 Polri, 10 TNI, 15 Linmas,” kata Suyono.

Suyono menjelaskan, pengamanan memang lebih banyak difokuskan ke 6 desa dengan kategori rawan 1. Diantaranya Desa Temon, Kecamatan Trowulan; Desa Belahan Tengah dan Awang-awang, Kecamatan Mojosari; Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging; Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo; serta Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar.

Menurut dia, keenam desa tersebut memiliki kecenderungan tinggi akan terjadinya konflik antar pendukung calon kepala desa. Baik saat proses pemungutan suara, maupun saat penghitungan suara.


“Karakter desa rawan satu itu meliputi jumlah pemilihnya banyak, letak geografis wilayah sulit transportasi, karakter masyarakat yang labil, terdapat latar belakang masalah politik, dan adanya tokoh LSM yang kritis terhadap kebijakan pemerintah,” terangnya.

Sementara rawan 2 terdiri dari 14 desa. Karakter desa-desa tersebut hampir sama dengan kategori rawan 1. Hanya saja kondisinya masih cenderung bisa dikendalikan. “Berdasarkan hasil penyelidikan anggota, desa rawan dua berpotensi berkembang ke rawan satu. Maka dari itu, pengamanan kami perketat,” jelas Suyono.

Selain pengamanan di TPS, lanjut Suyono, juga ditempatkan petugas gabungan TNI-Polri di luar TPS. Meliputi anggota Padal, TNI, Dalmas Polwan, Dalmas Lanjut, dan negosiator. Bahkan, satu satuan setingkat kompi (SSK) Brimob Polda Jatim juga disiagakan di Polres Mojokerto dan Polsek Jatirejo. “Pasukan Brimob kami terjunkan jika terjadi situasi kontijensi,” ujarnya.

Untuk melaksanakan pola pengamanan itu, kata Suyono, sedikitnya 1.531 pasukan gabungan TNI-Polri diterjunkan ke 36 desa. Meliputi 473 anggota Polres Mojokerto, 250 anggota Polresta Mojokerto, 290 Kodim 0815 Mojokerto, serta 518 pasukan bantuan dari polres jajaran.

Meliputi 62 personil dari Polres Gresik, 75 personil dari Polres Lamongan, 80 personil dari Polres Sidoarjo, 100 personil bantuan Polres Pasuruan Kabupaten dan Kota, 95 personil dari Polres Jombang, 6 personil Intelkam Polda Jatim, serta 100 personil Brimob Polda Jatim. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here