Menejemen Bencana Diajarkan BPBD di Desa Jembul
Warga Desa Jembul mendapat materi menejemen bencana dari BPBD Kab Mojokerto dalam kegatan TMMD

IM.com – Beragam penyuluhan diberikan pada warga Desa Jembul berkaitan dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-102 tahun 2018 dengan pelaksana Kodim 0815 di kawasan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Selain kesehatan, bimbingan mental juga diberikan tata cara menghadapi bencana, Senin (23/07/2018) sore.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto, Puji Andriati tampil sebagai pemateri “Manajemen Bencana” seraya menjelaskan tentang manajemen bencana, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan bencana dan keadaan darurat. Sekaligus memberikan kerja untuk menolong masyarakat dalam keadaan beresiko tinggi agar dapat menghindari ataupun pulih dari dampak bencana.

Manajemen bencana, kata Puji, ditutujukan untuk mengurangi atau menghindari kerugian secara fisik, ekonomi maupun jiwa yang dialami oleh perorangan, masyarakat maupun negara. Selain itu, untuk mengurangi penderitaan korban bencana, mempercepat pemulihan, dan memberikan perlindungan kepada pengungsi atau masyarakat yang kehilangan tempat ketika kehidupannya terancam.

Penanggulangan bencana merupakan rangkaian upaya yang mencakup penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi.


Sedangkan bencana yang dimaksud adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan faktor alam atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda serta dampak psikologis.

Lebih lanjut Puji menjelaskan, jenis bencana, antara lain bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan dan tanah longsor. Bencana non-alam, meliputi kegagalan teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit. Sedangkan bencana sosial bisa ditimbulkan oleh konflik sosial antar kelompok atau komunitas masyarakat dan terorisme.

Maksud dilaksanakannya penyuluhan, kata Puji, agar masyarakat mengetahui, mengerti dan memahami tentang bencana dan penanggulangannya serta memiliki kesiapan dalam menghadapi setiap ancaman yang ditimbulkan. (dim/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here