Jamaah umroh asal Mojokerto dan sejumlah daerah lain di Jatim yang diberangkatkan travel Rabat Tour terlantar 5 hari di Madinah.

IM.com – Travel haji dan umroh, Rabat Tour dilaporkan menelantarkan 31 jemaah asal Jawa Timur, dua diantaranya merupakan warga Mojokerto. Puluhan jemaah umroh itu terkatung-katung di tanah suci Mekkah lantaran belum mendapat tiket pesawat pulang ke tanah air dari pihak travel.

Selain dua orang dari Mojokerto, jemaah umroh yang terlantar di Mekkah berasal dari Jombang, Sidoarjo, Gresik dan Lamongan. Para jemaah yang diberangkatkan travel PT Rahmad Baitullah beralamat di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo itu sudah lima hari bertahan di Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Dalam video yang dikirim salah satu jemaah memperlihatkan kondisi para jemaah yang ditampung di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Video itu menunjukkan para jemaah yang sedang mendapat pengarahan dari salah satu petugas KBRI Arab Saudi.

Muhammad Ridwan, suami dari salah satu jemaah yang menjadi korban penelantaran travel Rahmad Baitullah mencemaskan kondisi sang istri Lukyanti (52) dan anaknya, Dedik (35) yang ikut dalam rombongan umroh. Bahkan menurut Ridwan, istri dan anaknya masih terlantar di Bandara Madinah.


Pihak keluarga berharap agar PT Rahmad Baitullah segera menyelesaikan persoalan ini. Sebab, sampai hari ini, belum ada kejelasan dari pihak travel soal kapan para jemaah itu dipulangkan.

“Seharusnya tanggal 10 kemarin sudah pulang, sampai sekarang masih tertahan di Madinah,” tandas Ridwan.

Ridwan mengaku beberapa kali mendatangi kantor Rabat Tour. Pihak travel umroh berdalih menunggu tiket pesawat untuk kembali ke tanah air.

“Tiket pesawat ternyata belinya di Arab. Alasannya kerjasama dengan orang arab, uang terlanjur masuk, mau tak mau menunggu dibelikan,” terangnya.

Sejak awal, Ridwan merasa ada yang aneh ketika pihak travel dua kali mengundurkan jadwal keberangkatan istri dan anaknya beserta puluhan jemaah umroh lainnya. Warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutotrejo, Mojokerto ini menyatakan, pertama pihak travel mengundur jadwal keberangkatan mereka dari semula tanggal 24 Desember menjadi tanggal 27 Desember 2018.

“Tapi gagal lagi sampai mundur 30 Desember. Kami datangi pihak travel takut visa anak dan istri saya habis. Baru tanggal 31 Desember diberangkatkan,” ucap Ridwan.

Sementara pihak Rabat Tour Sidoarjo membantah sengaja menelantarkan 40 jemaah umroh di tanah suci. Pimpinan Rabat Tour, Solechah Madjid mengatakan, jumlah jemaah umroh yang diberangkatkan ke tanah suci bukan 40 orang, melainkan 31 jemaah.

“31 Jemaah itu hanya menambah dua hari menunggu jadwal penerbangan. Selama menunggu, para jemaah itu pun posisinya berada di hotel,” kata Solechah di kantornya, Perumahan Permata Hijau Blok O No 15, Candi, Sidoarjo, Selasa (15/1/2019).

Menurutnya, hal ini sesuai dengan waktu ibadah umroh yang dijadwalkan selama 10 hari. Ia menyatakan 31 jemaah umroh baru diberangkatkan ke tanah suci pada 2 Januari 2019, bukan 31 Desember 2018.

Dengan demikian, kata Solechah, para jemaah ini akan tiba di Bandara Juanda, Selasa (15/1/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Adapun ke-31 jemaah umroh tersebut berasal dari Jombang 12 orang, Mojokerto 2 orang, Surabaya 8 orang, Lumajang 3 orang, Gresik 2 orang dan Pasuruan 4 orang.

“Sudah on schedule selama 10 hari sejak pemberangkatan hingga kepulangan. 31 jemaah ini baru tiba di Bandara Juanda malam ini,” tegasnya. (pit/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here