Perajin batu bata merah dibantu warga mengukur struktur bangunan kuno yang ditemukan di Dusun Bendo, Desa Kumiter, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, Jumat (21/6/2019).

IM.com – Struktur bangunan batu bata kuno diduga cagar budaya peninggalan era Majapahit kembali ditemukan. Bangunan kuno yang dulu difungsikan sebagi pagar pemukiman itu ditemukan oleh perajin batu bata di Dusun Bendo, Desa Kumiter, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.

Kepastian bangunan itu merupakan pagar pemukiman jaman kerajaan Majapahit dulu disampaikan Arkeolog BPBCB Jawa Timur Nugroho Harjo Lukito. Keyakinan itu diperkuat dengan penemuan sebelumnya yang lokasinya berada di sebelah utara tak jauh dari keberadaan temuan struktur bangunan kuno di Dusun Bendo.

“Ini memang peninggalan Majapahit, masih terhubung dengan penemuan sebelumnya di sebelah utara, yakni berupa pagar yang mengelilingi sebuah pemukiman atau keluarga besar,” kata Nugroho, Jumat (21/6/2019).

Indikasi lain yang memperkuat analisa Nugroho adalah ditemukannya juga  sebuah punden di area tersebut.  Hanya, Nugroho belum bisa memastikan lingkup pemukiman yang dikelilingi pagar kuno di Dusun Bendo itu.


“Apakah khusus untuk keluarga bangsawan seperti penemuan sebelumnya atau pemukiman warga biasa, belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Struktur bangunan kuno di Desa Bendo, Kecamatan Jatirejo, ditemukan oleh dua perajin batu bata, Muchlison dan Nurali. Bangunan kuno itu ditemukan tepat berada di lahan sewa yang kemudian dijadikan linggan (tempat pembuatan batu bata) oleh kedua perajin tersebut.

Bangunan tersebut memiliki panjang 21 meter, dengan ketebalan pagar mencapai 110 cm. Ketinggiannya mencapai 60 cm yang tersusun dari 12 lapis bata merah kuno. Setiap bata merah penyusunnya mempunyai dimensi 31x21x6 cm.

“Kalau melihat ketebalannya, bisa jadi pagar untuk permukiman khusus yang dihuni oleh kaum saudagar kaya atau bangsawan, bahkan pejabat kerajaan. Karena pada masa itu ada pengelompokan (kasta) masyarakat,” jelasnya.

Terdapat pula pilar tonjolan dengan lebar 120 cm dan panjang 20 cm. Nugroho memperkirakan, struktur bangunan yang belum terungkap ke permukaan masih cukup panjang.

“Kita menilai pagar dengan tebalan 1,2 meter ini bersambung, kalau lokasi Linggan ini terus digali pasti akan kelihatan,” urainya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here