Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi meresmikan pembukaan Bursa Inovasi Desa (BID) cluster 1 mencakup 4 kecamatan Eks Pembantu Bupati Wilayah Mojokasri (Dawarblandong, Gedeg, Jetis, Kemlagi) di gedung SKB, Gedeg, Senin (30/9/2019).

IM.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya mengoptimalkan pemakaian Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN tahun 2019. Salah satu terobosan untuk optimalisasi dana desa di antaranya melalui Program Inovasi Desa (PID).

Program ini diluncurkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dalam kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) cluster 1 yang mencakup 4 kecamatan Eks Pembantu Bupati Wilayah Mojokasri (Dawarblandong, Gedeg, Jetis, Kemlagi).

Acara pembukaan BID PIDp 2019 ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Mojokerto Pungkasiadi di gedung SKB Kecamatan Gedeg, Senin (30/9/2019).

Wakil Bupati Pungkasiadi dalam sambutannya memberikan beberapa arahan. Ia menyatakan, dukungan secara penuh terhadap BID. Menurutnya program ini akan mampu mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan DD.


Dengan memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan desa. Dirinya juga berharap agar program ini mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki.

“Ini media belajar bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk memperoleh informasi (referensi) yang dapat mendukung pembangunan desa. Adanya BID membuat pemerintah desa punya referensi dalam merencanakan dan menjalankan pembangunan desa. Serta menggunakan DD lebih optimal dan bermanfaat,” kata wabup.

Wabup menyampaikan, desa-desa di Kabupaten Mojokerto yang terus menggeliat menunjukkan perubahan yang baik dan signifikan. Terbukti dari status desa tertinggal yang sudah tidak ada lagi di tahun 2019.

“Desa mandiri kita sudah ada 13. Untuk status desa tertinggal sudah nihil di tahun ini. Itu yang penting. Saya ingin desa terus berinovasi. Tak perlu susah untuk study banding. Cukup datang, komit, tiru, hingga akhirnya bisa maju,” tambah wabup.

Sementara Ardi Sepdianto Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto yang ikut mendampingi Wabup Pungkasiadi dalam acara itu menjelaskan, BID ini bertujuan menjembatani pemerintah desa dalam hal pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan DD secara efisien.

“Kegiatan ini sudah masuk tahun ke tiga. Dari bursa ini, DD akan lebih efisien dan efektif. BID tahun 2019 akan kami bagi jadi 4 kali. Cluster 1 kita laksanakan hari ini. Cluster 2 (Kec. Bangsal, Puri, Trowulan, dan Sooko) tanggal 1 Oktober di gedung Korpri. Cluster 3 (Kec. Ngoro, Pungging, Kutorejo, Mojosari, Dlanggu), dan cluster 4 (Kec. Jatirejo, Gondang, Pacet, Trawas),” terang Ardi.

Dalam acara pembukaan BID PID 2019 tersebut juga mempersempahkan tayangan menarik seputar inovasi-inovasi desa yang telah dijalankan. Antara lain pembangunan Jembatan Talunbrak di Kecamatan Dawarblandong. Ada juga PIK R Mawar Desa Jerukseger dengan inovasi tempat sampah sensor ultrasonik bagi difabel, dan  pendeteksi tanah kering. Ada pula inovasi bank sampah untuk bayar PBB oleh Kecamatan Jetis.

Sekadar informasi, program BID wajib dilaksanakan di kabupaten di seluruh Indonesia, dan dikelola oleh Tim Inovasi Kabupaten (TIK). Namun pada 2019 ini, BID dilaksanakan di tingkat kecamatan yang dikelola oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) kecamatan, sehingga lebih dekat ke desa. Baik dilaksanakan di kecamatan maupun cluster kecamatan. (*/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here