Budi Mulyo, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Mojokerto yang menyatakan diri siap maju sebagai cawabup mendampingi calon dari PDIP.

IM.com – Manuver Ikfina Fahmawati dan Muhammad Al Barra mendeklarasikan sebagai Bacabup-Bacawabup Mojokerto ternyata sudah membuat gerah sejumlah elit politik yang berseberangan dengan mereka. Salah satunya, politisi Partai Gerindra Budi Mulyo yang tiba-tiba menyatakan hasratnya maju sebagai calon Wakil Bupati Mojokerto untuk menghadang manuver Ikfina-Barra di Pilkada serentak 2020.

Budi merasa langkah politik duet Ikfina-Barra harus dilawan. Apalagi, menurut Budi, hasrat mereka untuk memborong semua tiket partai politik bisa dianggap sudah kelewat ambisius dan bertentangan dengan prinsip demokrasi.

“Sampai saat ini belum ada satu pun parpol yang menetapkan calonnya. Saya tidak yakin mereka bisa memborong 41 kursi (DPRD),” kata Budi dalam sebuah forum membahas pencalonan di Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020 dengan sejumlah LSM, netizen dan awak media, Selasa (28/1/2020).

Karena itu, Budi akan berupaya keras mengganjal manuver Ikfina-Barra untuk merebut mayoritas tiket parpol. Paling tidak, Budi ingin mengamankan tiket partainya, Gerindra, yang memiliki 3 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto agar tidak diberikan kepada pasangan itu.


“Saya masih punya waktu dan bisa meyakinkan partai (Gerindra),” ujarnya.

Meskipun, Budi tidak pernah mendaftar dan ikut dalam proses penjaringan calon di partai manapun, termasuk Gerindra. “Sebelumnya memang tidak ada niat maju. Tapi sekarang siap, saya sudah komunikasi dengan DPP,” ucap Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto ini.

Selain itu, Budi juga menyatakan siap mengundurkan diri dari kursi anggota dewan. Langkah ini, lanjut Budi, untuk menunjukkan kepada partainya bahwa dirinya serius dan siap maju sebagai cawabup.

“Tapi pencalonan saya harus mendapat dukungan dari masyarakat. Kita lihat dulu selama satu bulan ke depan, bagaimana perkembangannya,” tandas Budi.

Dengan kekuatan tiga kursi Partai Gerindra, Budi berharap bisa melengkapi tiket dari PDIP. Partai banteng moncong putih itu diketahui memiliki 9 kursi di dewan, hanya kurang satu kursi untuk bisa mengusung pasangan calon di Pilkada Mojokerto 2020.

“Gerindra bisa menggandeng calon yang rekomnya kurang sedikit, bisa dikawinkan dengan PDIP,” cetus anggota Banser Jatim ini.

Sementara sikap PDIP sendiri juga belum masih teka-teki. Bupati incumbent yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto Pungkasiadi disebut-sebut sebagai kandidat paling berpeluang yang akan mendapatkan rekom partainya.

Namun dinamika politik yang berkembang belakangan menunjukkan peluang Pungkasiadi kian menipis. Dengan beragam alasan yang berkembang, tiket dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu terbuka kemungkinan digaet mantan Ketua DPC Puji Lestari atau bahkan direbut pasangan Ikfina-Barra.

Sebelumnya, pasangan Ikfina-Barra melalui tim pemenangannya, Agus Basuki menyatakan siap memborong kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here