Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto dibantu relawan dan warga menyusuri Sungai Pikatan di Desa Padi, Kecamatan Pacet yang diduga menghanyutkan korban Sagi (60).

IM.com – Banjir dan longsor akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, sepanjang hari kemarin, Rabu (26/2/2020) menelan korban. Seorang warga Dusun Slawe, Desa Padi, Kecamatan Gondang, diduga hanyut terseret air Sungai Pikatan, hingga kini belum ditemukan jasadnya.

Korban bernama Sagi (60) menghilang sejak Rabu malam. Namun hal itu baru disadari istri korban Tamsiah (50) ketika mengetahui suaminya tidak pulang sampai Kamis pagi sekitar 04.30 WIB.

“Korban diketahui hanyut sebelum Subuh, biasanya istrinya minta diantar ke pasar,” kata Adi Suyitno, tetangga korban yang mendengarkan cerita Tamsiah soal hilangnya Sagi pada Kamis pagi.

Ketika itu, lanjut Adi, Tamsiah hendak meminta Sagi mengantarkannya ke pasar seperti hari-hari biasanya. Tapi sang istri kemudian kaget setelah mengetahui Sagi tidak berada di rumah, tetapi melihat ada sebungkus makanan, rokok, sandal dan semua pakaian di teras rumah.

“Biasanya kalau habis subuh Bapak Sagi mengantarkan istrinya ke pasar,” ujar Adi.

Usai mendengar cerita Tamsiah, Adi pun cemas Sagi hanyut terbawa arus Sungai Pikatan. Dugaan itu mengingat debit air sungai yang berada di belakang rumah mereka meningkat tinggi hingga meluber ke jalan-jalan di sepanjang Kecamatan Pacet sejak Rabu sore.

“Selain itu anak saya juga kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB melihat pak Sagi berjalan ke arah sungai lewat pintu belakang,” ungkap Adi.

Tim dari BPBD Mojokerto dibantu relawan dan warga telah melakukan pencarian sepanjang hari ini. Menggunakan pelampung dan ban karet, petugas dan relawan sudah menyusuri sungai sepanjang 30 kilometer, namun sampai berita ini diturunkan jasad Sagi belum ditemukan. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here