Bacabup Mojokerto Ikfina Fahmawati yang meraih skor elektabilitas dan popularitas tertinggi bersama cawabupnya, Muhammad Al Barra menghadiri pemaparan hasil survei Partai Demokrat.

IM.com – Ikfina Fahmawati menjelma menjadi bakal calon terkuat di Pilkada Mojokerto 2020. Tingkat keterpilihan (elektabilitas) Ikfina di angka 30,5 persen bahkan telah menenggelamkan calon petahana sekaligus pesaing terkuatnya, Pungkasiadi, yang hanya mendapat 16,34 persen.

Hal ini berdasar hasil survei internal DPD Partai Demokrat Jatim bekerjasama dengan lembaga survei Transmedia Sociey Development. Survei ini dilakukan dalam dua tahap yang melibatkan 500 responden dengan margin error 4-5 persen.

Pada tahap I, elektabilitas Ikfina yang hanya 21,74 persen masih di peringkat kedua. Kalah tipis dari elit DPP PKB Ida Fauziah 24,34 persen.

Sementara petahana Pungkasiadi di urutan ketiga 11,4 persen disusul Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto Yoko Priyono 8,76 persen.  Survei tahap I dilaksanakan pada periode 20 Oktober–20 November 2019 dengan responden perempuan 52 persen dan laki-laki persen.

Namun dari sisi popularitas, Ikfina meraih skor 423  hanya unggul tipis dari petahana 422  poin. Popularitas tertinggi masih dipegang Ida Fauziah dengan nilai 456. Yang cukup mengejutkan, popularitas Yoko Priyono 391 poin kalah dari politisi PKB Fandi Utomo di angka 401.

Peta elektabilitas popularitas para tokoh ini berubah pada survei tahap II yang dilaksanakan pada 20 Januari-20 Februari 2020 dengan jumlah responden dan margin error yang sama. Nama Ida Fauziah yang disisihkan dari bursa bakal calon karena telah menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Kabinet Indonesia Maju memuluskan laju Ikfina di puncak elektabilitas dan popularitas.

Elektabilitas Ikfina ada di angka 30,50 persen, unggul jauh dari pesaing terdekatnya Pungkasiadi 16,34 persen. Ikfina juga membuat jarak melebar dari petahan di aspek popularitas dengan nilai 473 berbanding 451.

Sementara elektabilitas Yoko Priyono ada di urutan ketiga 11,34 persen dengan popularitas yang juga melambung 447 poin. Adapun nama Fandi Utomo, telah dikeluarkan dari daftar bakal calon dalam survei ini karena elektablitasnya pada tahap I sangat kecil, hanya 2,56 persen. Meskipun popularitasnya pada tahap I mengungguli Yoko.

Keunggulan Ikfina atas Pungkasiadi ini rupanya juga dipengaruhi memburuknya kepuasan publik pada kinerja sang petahana selama menjabat Wakil Bupati hingga naik menjadi bupati menggantikan Mustofa Kamal Pasa. Pada tahap pertama survei, tingkat kepuasan publik masih cukup tinggi, 71 persen.

Setelah dua bulan berselang, masyarakat Kabupaten Mojokerto yang direpresentasikan oleh responden survei semakin kecewa. Kepuasan publik atas kinerja Pungkasiadi hanya di angka 50 persen.

Hasil survei tahap II bakal calon Bupati Mojokerto yang dilaksanakan Partai Demokrat dan Transmedia Sociey Development pada 20 Januari-20 Februari 2020.

Dari hasil survei inilah, Partai Demokrat akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Ikfina Fahmawati sebagai bacabup. Sosok Ikfina juga dianggap memenuhi kriteria calon bupati yang diinginkan DPC Partai Demokrat dan masyarakat Kabupaten Mojokerto.

“Ikfina ini yang paing tinggi. Selain itu calon ini juga memenuhi syarat untuk kepentingan partai dan masyarakat,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto Ayub L Busono usai pemaparan hasil survei, Minggu (22/3/2020).

Meski demikian, DPP Partai Demokrat belum mengeluarkan rekomendasi resmi kepada Ikfina karena sejumlah alasan. Selain itu, sosok bakal calon wabup yang digandeng Ikfina yakni Muhmmad Al Barra juga memiliki elektabilitas yang masih rendah, 9,74 persen.

“Survei ini kan sifatnya individu, bukan pasangan. Tapi beberapa hari lalu, Kiai Asep (ayah Barra) komunikasi langsung dengan DPD. Kelihatannya untuk (negosiasi rekom) Gus Barra,” ungkap Ayub. (Baca: Kiai Asep Klaim Kantongi Rekom Tiga Partai untuk Ikbar, Demokrat Menyusul).

Rupanya, faktor Kiai Asep Saifuddin Chalim yang pernah menjadi tim sukses Gubernur Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018 dan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 juga mendorong popularitas Barra. Popularitas Barra dengan skor 421 menduduki peringkat keempat di bawah Yoko Priyono.

Alasan lain belum turunnya rekom untuk Ikfina juga disebabkan DPP Partai Demokrat masih sibuk dengan urusan internal pasca pelaksanaan Kongres 14-15 Maret 2020 lalu. Dalam dua sebulan ke depan, DPP harus mempersiapkan susunan pengurus dan pelantikan.

“Setelah itu baru mengeluarkan rekom, sekitar akhir April. Biasanya tidak ada perubahan, calon calon yang sudah didukung DPP, DPD dan DPC dan sesuai hasil survei akan mendapatkan rekom,” tegas Ayub. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here