Dua pendaki Gunung Penanggungan, Yahya Muchyiddin (27) warga Kecamatan Sambikerep dan Meilani Dwi Krismonika (22) warga Desa Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, yang dikabarkan hilang telah ditemukan.

IM.com – Kabar hilangnya dua pendaki di Gunung Penanggungan, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, rupanya keliru. Kedua pendaki asal Surabaya itu selamat dan menginap semalam di puncak gunung hingga Senin siang (6/7/2020).

Kedua pendaki asal Kota Surabaya, yakni Yahya Muchyiddin (27) warga Kecamatan Sambikerep dan Meilani Dwi Krismonika (22) Desa Banyu Urip, Kecamatan Sawahan. Dugaan bahwa kedua pendaki tersesat ternyata meleset.

Sejak Minggu pagi sampai, Senin siang, mereka berada di puncak dalam kondisi sehat dan selamat. Keduanya memutuskan tetap berada di puncak hingga 24 jam lebih lantaran cuaca yang buruk.

Yahya menceritakan, dirinya bersama Meilani Dwi Krismoka memulai pendakian pada Sabtu pukul 23.30 WIB setelah melapor ke Posko Telogo, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro. Mereka sampai di Pos Candi Wayang pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB hingga mencapai puncak pukul 05.30 WIB.

“Rencananya mau turun Minggu sore, tapi karena cuaca buruk, angin kencang, jadi kita nge-camp lagi semalam,” kata Yahya Muchyiddin, Senin (6/7/2020).

Keduanya baru turun gunung sekitar pukul 09.00 WIB setelah kondisi cuaca membaik. Selama 24 jam lebih berada di puncak, mereka tentu tidak tahu menahu jika dikabarkan hilang dan dicari banyak orang. (Baca: Ini Identitas Dua Pendaki Hilang di Gunung Penanggungan).

“Baru tahu saat di atas Candi Wayang ada petugas,” ungkap Yahya.

Tim relawan bersama kepolisian dibantu warga melakukan pencarian dua pendaki tersebut sejak Minggu malam hingga Senin siang. Pasalnya, kedua pendaki yang seharusnya dijadwalkan turun pada Minggu sore ternyata belum menampakkan batang hidung mereka.

Setelah ditemukan, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander memastikan kedua kondisi pendaki dalam kondisi selamat dan hanya luka ringan dan kelelahan. Peristiwa ini terjadi karena ada salah komunikasi antara dua pendaki dan pihak pos pendakian Telogo.

“Alhamdulilah hanya miss komunikasi seharusnya turun tapi karena cuaca buruk tertahan di atas,” katanya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here