Gedung GMSC di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto dipasangi garis polisi setelah peristiwa ambruknya atap lantai dua, Sabtu (9/1/2021) sore.

IM.com– Atap gedung Graha Mojokerto Service City (GMSC) di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto ambruk, Sabtu (9/1/2021) malam. Padahal, bangunan tiga lantai senilai Rp 71,7 miliar itu baru selesai tahun 2019 lalu.

Konstruksi yang ambruk berada di lantai dua. Belum diketahui penyebab jebolnya atap mall pelayanan publik tersebut.

“Benar, kondisi atap pelayanan lantai dua mengalami ambruk. Dan kita masih melihat kondisi awalnya, kita belum memastikan apa penyebab ambruknya ini. Karena ini masuk di bagian teknis,” kata

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gaguk Tri Prasetyo.

Gaguk menyatakan, pihaknya masih memeriksa kondisi di lokasi dan mengidentifikasi penyebab ambruknya atap gedung. “Kita koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebabnya,” katanya singkat.

Ruangan lantai dua GMSC yang porak poranda tertimpa atap gedung uang ambruk.

Meski tidak ada korban, kejadian ini ditaksir mengakibatkan kerugian materiil jutaan rupiah.

Pasalnya, plafon, besi penyangga dan utilitas AC yang ambruk menimpa perabotan di lantai dua.

Selain itu, pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bisa jadi akan terhambat atau dialihkan ke ruangan lain sementara waktu. Kedua OPD inilah yang menempati lantai dua GMSC yang ambruk.

Gedung GMSC merupakan salah satu megaproyek Pemerintah Kota Mojokerto yang menelan anggaran Rp 71,7 miliar secara multiyears selama tiga tahun. Masing-masing pada APBD tahun 2016 Rp 30,6 miliar, tahun 2017 Rp 34,1 miliar dan APBD TA 2018 Rp 7 miliar.

Gedung itu baru difungsikan sebagai mall pelayanan publik pada tahun 2019. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here