Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat praktik membatik di atas kain putih bersama puluhan pembatik se-Kota Mojokerto, di Pendopo Graha Praja Wijaya, Selasa sore (17/9/2019).

IM.com – Masyarakat menilai kinerja atas kinerja Wali Kota Mojokerto Ika Pupitasari di tahun 2020 sangat memuaskan. Kepuasan warga itu dijawab kontan oleh Ning Ita dengan komitmen untuk meningkatkan perekonomian daerahnya.

Kepuasan masyarakat atas kinerja walikota yang karib disapa Ning Ita meningkat sepanjang 2020.  Hal itu ditunjukkan dari hasil survei Digis Indonesia dalam dua tahap.

Periode pertama, pada bulan Juni dan Juli, dan survei kedua pada bulan November hingga Desember. Dari dua kali survei oleh Digis Indonesia ini, secara umum jumlah responden yang merasa puas dengan kinerja Pemkot mengalami peningkatan.

“Hasil survei menunjukkan, pada periode pertama, 84,7 persen responden merasa puas. Sedangkan  di periode kedua, 93,3 persen responden merasa puas dengan kinerja Pemerintah Kota Mojokerto,” ungkap Ning Ita.


Ada enam item yang menjadi obyek survei. Yakni, Pengendalian Banjir, Ekonomi Kerakyatan, Pariwisata, Pembangunan Infrastruktur, Pelayanan Publik dan Dampak Covid-19.

“Tujuan survei ini ada dua. Yang pertama, untuk mengetahui persepsi publik terhadap kinerja Pemerintah Kota Mojokerto. Dan yang kedua, untuk mengetahui harapan publik terkait kinerja kami,” jelas Ning Ita.

Pada survei tahap II, 62,9 persen responden menyatakan puas dengan program pengendalian banjir. Terkait ekonomi kerakyatan, kepuasan responden mencapai 78,3 persen, pembangunan infrastruktur sebesar 94,9 persen, pelayanan publik mencapai 97,2 persen, dan penanganan Covid-19 sebesar 99 persen responden.

Namun demikian menurut Ning Ita, ada beberapa item hasil survey yang perlu menjadi bahan evaluasi. Misalnya terkait pengendalian banjir, sebanyak 34,8 persen responden di Kecamatan Magersari menjawab tidak puas.

“Ketidakpuasannya paling tinggi di antara dua kecamatan lain. Nah, ini nanti akan kita evaluasi dan tindak lanjuti,” imbuh Ning Ita.

Selain itu, ada juga responden yang merasa bahwa di daerahnya UKM dan IKM kurang berkembang. Mayoritas responden menilai UMKM berkembang pesat.

Namun jika di-breakdown per kecamatan, di Kecamatan Kranggan ada 42,3% responden yang merasa UMKM kurang berkembang. (Baca juga: Ning Ita Luncurkan 9 Produk IKM Kota Mojokerto Dijual di Minimarket).

“Nah, ini kita akan evaluasi. Apa memang karena kurang informasi kepada masyarakat, atau memang masih dirasa kurang perkembangannya,” jelas Ning Ita.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Mojokerto Agung Moeljono Soebagijo yang turut hadir dalam paparan, hasil survei yang masih belum optimal akan segera dijadwalkan untuk pembahasan.

“Kita jadwalkan segera pertemuan dengan OPD terkait. Sehingga, bisa segera ditindaklanjuti,” jelas Agung.

Untuk diketahui, survey Digis Indonesia dilakukan di tiga kecamatan di Kota Mojokerto, yakni Prajuritkulon, Kranggan, dan Magersari. Jumlah responden sebanyak 801 orang, pada rentang usia 17 hingga 65 tahun, dengan jenjang pendidikan mulai tidak tamat SD hingga pascasarjana. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here