Menteri Sosial Tri Rismaharini didampingi Bupati Mojokerto Pungkasiadi melihat langsung sepatu hasil produksi industri rumahan milik mantan anak jalanan binaan Kemensos di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Jumat (5/2/2021)..

IM.com – Menteri Sosial RI (Mensos RI) Tri Rismaharini kembali blusukan ke Mojokerto, Jumat (5/2/20210). Risma mengunjungi kafe dan rumah industri sepatu yang dikelola bekas anak-anak jalanan di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Kunjungan Mensos RI dan jajaran ini untuk meresmikan pembukaan dua unit usaha yang dikelola anak-anak binaan Kemensos tersebut. Kedua usaha itu yakni Millenial Koffie dan rumah industri sepatu.

Kafe dan rumah industri sepatu itu didirikan atas bantuan uang tunai dari Kementerian Sosial sebanyak Rp 12,5 juta. Dana itu diberikan kepada lima anak jalanan yang pernah kecanduan narkoba.

“Dua anak ingin membuat kafe, yang tiga anak lainnya ingin membuat pabrik sepatu. Kemudian, mereka kita latih. Karena biasanya anak mudah bosan, makanya kita putuskan untuk menerjunkan ke dunia usaha yang mereka impikan,” kata Mensos yang akrab disapa Risma.


Risma mengungkapkan keyakinannya bahwa anak jalanan juga memilkiki potensi dan mampu berkarya, hidup mandiri sampai berhasil meraih masa depan lebih baik. Hanya, lanjutnya, yang dibutuhkan anak-anak itu agar bisa keluar dari lingkaran kehidupan jalanan adalah perhatian dan dukungan dari semua pihak. (Baca juga: Ini Yang Dilakukan Mensos Risma di Bekas Lokalisasi Balong Cangkring).

“Sebetulnya tidak ada anak yang salah. Kita harus optimis dan percaya, mereka dapat diselamatkan. Ajak mereka menjauhi kenakalan remaja, bantu raih cita-cita. Terima kasih kepada Bapak Bupati Mojokerto, camat, kepala desa juga masyarakat, yang sudah memberi ruang kembali,” tutur Risma.

Dalam kesempatan itu, Mensos juga menyerahkan bantuan berupa genset Yuquidi Infernity Power berbasis magnetik yang berdaya daya 700 Watt dan hemat energi. Bantuan ini juga sebagai bentuk perhatian dan dukungan Kemensos terhadap masa depan anak bangsa.

Dalam peresmian dua unti usaha anak binaan Kemensos itu, Risma menuliskan kalimat bijak di dinding sudut Millenial Koffie. Kalimat  “Gagal – Bangkit, Gagal – Bangkit Sampai Kegagalan Takut Padamu” untuk memotivasi anak-anak jalanan.

Dalam kesempatan itu, Risma tak lupa mencicipi hidangan yang disuguhkan Millenial Koffie, wedang uwuh khas Mojokerto. “Saya incipi ya, biar nanti wedang uwuhnya laris sebagai andalan menu di sini,” terang Risma sembari mengambil sendok dan mengaduk wedang uwuh di hadapannya.

Dalam kunjungannya, Risma juga didampingi Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Dirjen Rehabilitasi Sosial, Aparat Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Kapolres, Dandim, serta jajaran.

Dirjen Rehsos Kemensos, Hary Hikmad mengatakan kehadiran tempat usaha ini adalah upaya dari Kemensos RI untuk membantu penanganan anak-anak jalanan. Sehingga beban mereka tidak hanya di tanggung oleh pemda namun juga ada intervensi dari pusat. Hal ini juga tidak lepas dari amanat UUD yang mengamanatkan untuk kesejahteraan anak.

“Ini adalah upaya dari Kemensos untuk membantu anak-anak jalanan mendapatkan pekerjaan. Kita latih dan fasilitasi agar mereka mandiri dengan keahliannya. Dan tidak kembali ke jalan,” ujar Hary Hikmad.

Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyambut baik upaya Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk memberdayakan anak jalanan dengan usaha kuliner

“Terimakasih kepada Bu Risma yang sudah blusukan di Mojokerto dan membantu anak-anak jalanan,” ungkap Pungkasiadi

Inisiator Milenial Koffie, M Yuli Ardiansyah (22) dalam kesempatan itu menceritakan awal mula berdirinya cafe. Kafe tersebut dirintis Yuli bersama adiknya yang saat ini masih berstatus pelajar.

“Saya bersama kawan-kawan dulu dibina sama aparat desa sini. Terus kepikiran ide bikin cafe,” terangnya.

Kehidupan Yuli berubah 180 derajat setelah ia meneguhkan diri untuk berubah menjadi lebih baik. Apalagi, ada kelompok yang memang membina anak-anak dengan ketergantungan obat-obatan. “Saya dulunya dianggap gak baik ya gak baik, tapi mencoba berubah,” pungkas Yuli. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here