Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dan jajaran Satreskrim membeber foto orang tua yang menjadi korban penganiayaan anak kandungnya, Danang Marko Pambudi (18), Kamis (1/4/2021).

IM.com – Motif Danang Marko Pambudi (18), pemuda yang menganiaya orang tua dan adik kandungnya di Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, terkuak. Pelaku tega memukuli keluarganya dengan palu dipicu rasa sakit hati karena sering diolok dan disalahkan.

Danang menuturkan, setiap tindakannya di rumah selalu disalahkan oleh sang ayah maupun ibu. Bahkan, ketika adiknya yang berusia 8 tahun berbuat keliru, dirinyalah yang selalu dipersalahkan.

“Terus begitu. Ini itu tetap salah. Dibantuin, tetap salah. Yang benar yang mana?” kata Danang di Mapolresta, Kamis (1/4/2021).

Ia pun kesal karena sering dibanding-bandingkan dengan anak tetangga. Bahkan, ia mengaku, tak jarang orang tuanya mengolok dirinya bodoh.


“Saya mangkel (kesal), Pak, dari kecil sudah dibeda-bedakan sama adik dan anak tetangga. ‘Itu lihat pintar, kamu bisa apa, kamu goblok’,” ungkapnya mengenai kalimat yang diucapkan orang tuanya.

Merasa tertekan dengan sikap orang tua dan keluargnya, Danang pun melangkah ke jalan yang salah. Remaja yang pernah terjerat kasus pencabulan itu memilih bergabung dengan anak jalanan (punk).

Dari keterangan para tetangga yang dihimpun kepolisian, pelaku sering memaksa orang tua untuk menuruti keinginannya. Jika tidak dituruti, pemuda bertato bunga di lengan kirinya itu akan melampiaskan amarahnya kepada anggota keluarganya.

“Kalau tidak dikasih dia itu marah,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dalam keterangan pers di Mapolres, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Kamis (1/4/2021).

Dony membenarkan keterangan pelaku yang kerap dibandingkan dan disalahkan hanya karena hal yang sepele. Tersangka Danang, lanjut Kapolres, juga sering dipukuli oleh kedua orang tuanya.

Setelah memendam amarah dan sakit hati karena sering dipukuli, Danang pun akhirnya meluapkan kemarahannya dengam membalas menganiaya orang tuanya. Remaja bertindik di telinga itu menghampiri ayahnya dan langsung menghantamkan kepala korban satu kali.

Kemudian, pelaku menuju kamar lain memukul ibunya sebanyak empat kali hingga tergeletak. Ayahnya yang masih sadar dihantam lagi menggunakan palu. (Baca: Bengis, Pemuda Mojoanyar Tega Aniaya Orang Tua dan Adik Kandung).

“Dipukul lagi sebanyak empat kali,” ujar Dony.

Usai menganiaya, pelaku mengambil uang yang ada di dalam dompet coklat milik korban. Ia kemudian  membeli tas pinggang dan menuju terminal untuk melarikan diri ke Solo, tapi tertangkap sebelum berhasil kabur ke luar kota.

“Sebelum keluar rumah, pelaku mengambil uang di dompet orang tuanya senilai Rp 3,9 juta,” ungkap Kapolres Mojokerto. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here