Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau langsung kegiatan pelatihan UMKM yang digelar Pemkot Mojokerto, 5-7 April 2021.

IM.com – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kegiatan ini untuk menggenjot geliat sektor UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19.

Pemkot memang getol membangkitkan pelaku usaha agar tetap bertahan dan mencetuskan wirausaha baru melalui pemberdayaan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai pelatihan dan inkubasi enterprenuership.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, program pelatihan bagi pelaku usaha seperti ini sesungguhnya sudah sering digelar Pemkot sejak 2019 lalu. Hanya saja, kegiatan kali ini lebih penting dilakukan guna membangkitkan perekonomian masyarakat yang tengah tertekan imbas Covid-19.

“Oleh karena itu, kami pemerintah daerah terus meningkatkan jumlah pelatihan-pelatihan dalam memberdayakan masyarakat. Kalau dulu pelatihan hanya untuk pelaku usaha yang sudah punya usaha, sekarang tidak begitu. Semua orang bisa ikut pelatihan meskipun belum memiliki usaha,” kata Ika Puspitasari, Selasa (6/4/2021).

Baca: Atasi Dampak Ekonomi, Pemkot Mojokerto Gencarkan Pelatihan untuk UMKM

Untuk program pelatihan tahun ini, walikota yang akrab dipanggil Ning Ita itu menyatakan,  Pemkot Mojokerto menyasar lebih dari 6.000 peserta dari 300 Industri Kecil Menengah (IKM).

Hal ini, merupakan langkah-langkah strategis demi membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Utamanya dengan memberdayakan UMKM lokal agar dapat naik kelas sehingga mampu bersaing dengan produk-produk unggulan dari daerah lain.

“Tahun 2020 hingga 2021, pemerintah daerah telah menjalankan program inkubasi wirausaha dalam bentuk pendampingan dan pemberian modal usaha melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 secara berkelanjutan. Adapun bukti konkret hasil dari pendampingan UMKM tersebut adalah masuknya produk-produk UMKM lokal di pasar modern. Baik pada bidang kuliner, craft maupun suvenir,” jelas wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini.

Adapun pemberdayaan melalui pelatihan dan inkubasi yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto di antara seperti, pelatihan meningkatkan keterampilan IKM jajanan tradisional, pelatihan leather craft, pelatihan teknik ECO print, pelatihan kerajinan Shibori, peningkatan ketrampilan bordir, pelatihan pembuatan anyaman bambu, pelatihan pembuatan suvenir cor kuningan, pembuatan suvenir berbahan fiber, business matching IKM Alas Kaki, pelatihan pendampingan inkubasi wirausaha dan masih banyak lainnya.

Kedepan, hasil dari pemberdayaan melalui pelatihan dan inkubasi bagi masyarakat tidak hanya mampu menembus pasar modern saja. Melainkan juga dapat melahirkan kampung-kampung UMKM mandiri yang memiliki ciri khas produk lokal masing-masing sehingga dapat menarik wisatawan luar. Misalnya saja, kampung UMKM Batik Majapahit, kampung UMKM Alas Sepatu, kampung UMKM Alas Sandal, kampung UMKM Onde-onde, kampung UMKM Hidroponik, kampung UMKM suvenir berbahan fiber, kampung UMKM suvenir cor dari kuningan dan maaih banyak lainnya.

“Sebentar lagi Kota Mojokerto akan menjadi Kota Pariwisata, maka kami ingin partisipasi dari masyarakat untuk ikut andil dalam pembangunan kota ini melalui produk-produk lokal UMKM. Nah, melalui produk-produk UMKM tersebut kami ingin kategorikan masing-masing. Sehingga, kalau ada pengunjung atau wisatawan yang singgah dan ingin melihat proses pembuatan produk lokal, kita bisa arahkan langsung ke kampung UMKM yang dimaksudkan,” tutupnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here