Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan piagam penghargaan K3 kepada Bupati Mojokerto selaku Pembina K3, Ikfina Fahmawati di Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (6/4/2021) malam.

IM.com – Kabupaten Mojokerto didapuk sebagai daerah yang sukses menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Keberhasilan itu ditandai dengan pemberiah penghargaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (6/4/2021) malam. Piagam diterima oleh Bupati Ikfina Fahmawati selaku Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kabupaten Mojokerto tahun 2021.

Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo daam sambutannya menyatakan, Kabupaten Mojokerto layak menerima penghargaan K3 yang merupakan salah satu aspek perlindungan ketenagakerjaan dan hak dasar pekerja. Kelayakan itu dibuktikan dengan banyaknya perusahaan yang memperoleh penghargaan keberhasilan Program K-3.

Antara lain, penghargaan Zero Accident atau Kecelakaan Nihil sebanyak 12 perusahaan, penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) kepada 10 perusahaan, serta penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV/AIDS) kepada 3 perusahaan.

“Malam ini Ibu Gubernur memberi 536 penghargaan. Antara lain Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 pada 10 orang kepala daerah, 337 perusahaan Zero Accident, 153 perusahaan dengan SMK3, dan 36 perusahaan dengan P2HIV/AIDS,” kata Himawan.

Himawan menjelaskan, penghargaan ini merupakan upaya Pemprov Jatim untuk mengapresiasi keberhasilan K3 di sektor usaha. Selain itu, sebagai upaya mendorong pelaksanaan K3 secara kontinyu dan berkesinambungan.

“Penghargaan ini untuk memperkuat SDM unggul dan berbudaya K3,” cetus pria yang kini menjadi Penjabat Sekdakab Mojokerto ini.

Secara khusus, pemberian penghargaan ini bertujuan untuk lebih membudayakan K3 pada perusahaan di Jawa Timur, sehingga tercipta tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan produktif.

Bagi bupati atau walikota yang menerima penghargaan sebagai Pembina K3, merupakan upaya pembudayaan K3 perusahaan di wilayahnya, serta usaha untuk meningkatkan motivasi dan komitmen seluruh pimpinan perusahaan di Jawa Timur. Ini juga untuk meningkatkan budaya K3 guna mendorong produktifitas dan daya saing di pasar internasional.

Sebagai informasi lengkap, para Kepala Daerah peraih penghargaan K3 tahun 2021 selain Bupati Mojokerto antara lain Bupati Gresik, Bupati Pasuruan, Bupati Sidoarjo, Bupati Tuban, Bupati Lamongan, Bupati Malang, Bupati Bojonegoro, Walikota Surabaya dan Walikota Madiun.

Turut hadir pada acara penghargaan Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Emil Dardak, Kepala Kanwil Kemenag, Kepala Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur, Kepala Pengadilan Tinggi Jawa Timur, serta Deputi BPJS Wilayah Jawa Timur.

Acara penghargaan K3 juga digabung dalam rangkaian dua agenda penting. Yakni Workshop dan Penandatanganan Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak, serta Penghargaan dalam Rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 tahun 2020.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan  apresiasi kepada para penerima penghargaan baik K3, SMK3, P2HIV/AIDS maupun Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56. Ia mengucapkan terima kasih kepada pelaku usaha atas komitmen dan kontribusi mereka mengeliatkan perekonomian di daerah masing-masing.

“Mendekati ramadhan dan Idulfitri di masa pandemi, saya tidak ingin ada lay off atau PHK. Saya mohon bupati walikota membantu komunikasi dengan sektor-sektor yang membuat terjadinya PHK. Dalam rangka HKN ke-56, saya mengingatkan bahwa ada PHBS yang harus dijaga,” tegasnya.

Terkait fakta menikah dini, Gubernur menyebutkan, Kabupaten Sampang berada pada ketahanan terendah. Menurut gubernur, dari keluarga yang berketahanan, fungsi keluarga akan berjalan baik.

“Artinya ada proses edukasi yang luar biasa. Ketahanan keluarga sangat penting. Ketahanan keluarga tertinggi saat ini diraih Kabupaten Pasuruan,” kata Khofifah.

Untuk yang mendapat penghargaan HKN di bidang sanitasi seperti Pacitan, Lamongan dan Jombang, saya ucapkan terima kasih.

“Saya berharap sanitasi berbasis rumah tangga, dapat terlaksana secara mandiri,” harap Gubernur Khofifah. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here