Bupati Mojokertp Ikfina Fahmawati didampingi Kapolres AKBP Dony Alexander membantu proses penyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga sekitar Ponpes Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kamis (26/8/2021).

IM.com – Pondok pesantren Amanatul Ummah melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk para santri dan siswa. Pemberian vaksin untuk warga ponpes ini untuk mempercepat terlaksananya pembelajaran tetap muka (PTM) yang boleh kembali digelar seiring status PPKM Kabupaten Mojokerto turun ke level 3.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Wabup Muhammad Albarraa serta Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander turut meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ponpes Amanatul Ummah Kecamatan Pacet, Kamis (26/8/2021) siang.

“Hari ini yang divaksin adalah para santri dan keluarga besar Amanatul Ummah. Vaksin ini penting demi kesehatan para santri,” kata pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim.

Bupati Ikfina dalam kesempatan itu mengepresiasi kegiatan vaksinasi untuk santri dan warga Ponpes Amanatul Ummah. Ia menilai, kegiatan ini dapat mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk membuka kembali sekolah tatap muka.


“Kita akan patuhi semua aturan berlaku terkait PTM. Saat ini berdasarkan Keputusan Bersama 4 Menteri, tidak disebutkan vaksinasi pelajar sebagai syarat PTM. Melainkan hanya untuk pengajar saja,” kata Bupati Ikfina.

Bupati menambahkan, pemkab akan melakukan pengecekan menyeluruh mulai sarana prasarana dan penerapan protokol kesehatan. Langkah tersebut untuk memastikan kelancaran dan keamanan bagi warga sekolah selama proses PTM, terutama bagi para siswa.

“Kenapa faktor ini harus kita pastikan dulu? Karena sekolah kita jumlahnya banyak hingga ke pelosok. Posisinya juga sudah ditinggalkan lama. Jadi harus kita cek lagi itu. Saya tidak mau terjadi apa-apa kepada anak-anak saya. Semua harus aman dan sehat,” tegas bupati.

Sebelum ke Ponpes Amanatul Ummah, Bupati Ikfina dan rombongan bergerak ke PT. Betts Indonesia. Ikfina memantau proses vaksinasi untuk karyawan industri padat karya itu. Vaksin jenis Astra Zeneca sejumlah 50 vial untuk 500 orang peserta, disuntikkan oleh nakes dari tiga fasyankes yakni Puskesmas Ngoro, Manduro Manggung Gajah dan Watu Kenongo.

“Saya ingin informasikan bahwa respon pasca vaksinasi mungkin akan berbeda-beda. Ada yang sedikit meriang, juga suhu badan agak naik. Tapi itu normal, tidak perlu khawatir. Bisa konsumsi pereda demam dan istirahat,” ujarnya.

Ikfina menjelaskan, sesuai instruksi pemerintah pusat, setiap industri harus memberikan vaksinasi kepada seluruh karyawannya dengan dosis lengkap. Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto itu menjelaskan, instruksi itu bertujuan mensukseskan capaian target vaksinasi untuk mempercepat herd immunity dan pemulihan ekonomi.

“Pemerintah Pusat menginstruksikan bahwa semua karyawan industri yang akan masuk kerja, harus sudah divaksin dosis lengkap. Setelah vaksin, datanya akan dipantau dari aplikasi Peduli Lindungi seperti aturan masuk mall. Sistemnya dengan scan barcode. Bagi yang sudah vaksin hari ini, mohon segera unduh aplikasinya,” imbau bupati.

Bupati juga menjamin bahwa program vaksinasi ini akan terus diperluas dan dipercepat. Hal ini mengingat semua kuota vaksin yang diterima, ditentukan sepenuhnya oleh pusat.

“Vaksinasi kita lakukan sejajar dan seimbang, dari kecepatan jatah yang kita terima. Untuk vaksin pagi ini, berasal dari Pemprov Jatim. Jadi ini di luar jatah kabupaten. Bu Gubernur sudah janji kalau vaksin pertama dapat dari Pemprov, maka dosis dua juga nanti disediakan,” tandas bupati. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here