Ketua Satgas Covid-19 yang juga Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyerahkan bansos paket sembako kepada pengrawit. Pembagian bansos untuk pengrawit dilaksanakan mulai 21 sampai 24 September 2021.

IM.com – Pengrawit merupakan profesi atau bidang pekerjaan yang turut terdampak pandemi Covid-19. Maka, Pemerintah Kabupaten Mojokerto membagikan bantuan sosial sembako kepada 324 orang penabuh gamelan seni Karawitan yang tersebar di sejumlah wilayah.

Bantuan sembako kepada 324 orang pengrawit diserahkan secara terpisah oleh Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Bupati Ikfina Fahmawati di beberapa tempat mulai 21 sampai 24 September 2021. Antara lain di Eks Pembantu Bupati Mojokasri (Dawarblandong, Jetis, Kemlagi, Gedeg) sebanyak 103 penerima, Eks Pembantu Bupati Jabung (Gondang, Pacet, Trawas, Jatirejo) 62 penerima, Eks Pembantu Bupati Mojokerto (Trowulan, Sooko, Puri, Bangsal, Mojoanyar) 84 penerima, dan Eks Pembantu Mojosari (Dlanggu, Kutorejo, Mojosari, Pungging, Ngoro) 75 penerima.

“Bansos sembako ini untuk membantu para pengrawit yang tidak bisa berkegiatan kesenian karena dampak pandemi Covid-19,” ujar Ikfina, Kamis (23/9/2021).

Bupati Ikfina mendorong agar cakupan vaksinasi di Kabupaten Mojokerto terus dipercepat agar kekebalan komunal (herd immunity) segera tercapai. Bupati juga mengimbau kepada masyarakat yang hadir agar segera melakukan vaksin, untuk menghindari risiko tertular maupun menularkan Covid-19.


“Saya mohon bagi yang belum vaksin, tolong segera laksanakan. Vaksin sangat penting untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan bersama. Semua dapat diwujudkan melalui vaksinasi secara general dengan minimal pencapaian 63 persen. Kita akan terus percepat itu,” tegas Bupati Mojokerto itu.

Bupati juga mengajak warga masyarakat agar jangan bertumpu pada satu hal saja, yakni kapan pandemi Covid-19 selesai. Alasannya kuat, orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ingin tercipta perubahan pola pikir dari ‘menunggu’ menjadi ‘berusaha menyesuaikan’. Selain langkah percepatan vaksinasi, bupati mendorong warga masyarakat bisa hidup tetap produktif, ulet namun tetap aman dari Covid-19.

Bukan tanpa sebab, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri bahkan belum bisa memprediksi kapan pandemi Covid-19 pergi. Virus ini bisa saja berubah sifat dari pandemi, menjadi endemi layaknya flu biasa. Dengan kata lain, manusia lah yang harus bisa beradaptasi dan hidup menyesuaikan keadaan. Apalagi, saat ini stok vaskin Covid-19 Kabupaten Mojokerto, terpantau aman dan cukup.

Ikfina menerangkan, kasus Covid-19 kembali melonjak di tahun 2021 akibat merebaknya varian bernama Delta yang memicu penurunan saturasi oksigen. Jika dibandingkan dengan penyebaran varian Alpha pada 2020, kenaikan kasus varian Delta jauh lebih tinggi.

“Vaksin kita stoknya cukup. Jadi Meski angka kasus cenderung turun, vaksinasi harus terus ditingkatkan dan dipercepat. Pandemi Covid-19 pada suatu saat nanti, bisa menjadi endemi. Ubah mindset kita. Biar pandemi ini masih ada, namun kita terus hidup sehat, produktif dan tetap aman,”demikian Bupati Ikfina. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here