Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati beserta jajaran Forkopimda menunjukkan padi varietas Inpari IR Nutri Zinc yang dipanen di lahan pertanian, Desa Sadar Tengah, Kecamatan Mojoanyar, Kamis (30/9/2021) pagi.

IM.com – Padi varietas Inpari IR Nutri Zinc diproyeksikan menjadi komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Mojokerto. Jenis padi ini sebagai salah satu bahan pangan pokok untuk mendukung program pengentasan desa stunting.

Inpari IR Nutri Zinc merupakan hasil terobosan pemuliaan tanaman padi untuk menyediakan pangan dengan kandungan gizi tertentu, yaitu zinc (Zn). Kandungan tersebut akan mencegah risiko kekurangan zinc yang menyebabkan stunting atau kondisi gangguan pertumbuhan tinggi badan (kerdil) dari standar usia.

Hal ini disampaikan Buati Ikfina saat meninjau panen Demfarm Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Khusus dan VUB Spesifik Lokasi bersama jajaran Forkopimda di Desa Sadar Tengah, Kecamatan Mojoanyar, Kamis (30/9/2021) pagi. Selain Inpari IR Nutri Zinc, jenis lain yang juga dipanen adalah Inpari 32, Inpari 42, Inpari 45, dan Pamelen (Padi Merah Pulen).

“Jenis Inpari IR Nutri Zinc, kita produksi untuk mendukung program pengentasan desa stunting. Kandungan zinc tinggi di dalamnya, diharapkan mampu membantu menurunkan angka stunting bagi ibu hamil dan balita umur di bawah 1.000 hari kelahiran. Kita juga panen jenis khusus yakni Pamelen, yang punya indeks glikemik (IG) rendah. Beras ini sangat baik, untuk penderita maupun orang yang berisiko diabetes melitus. Kadar gula tubuh bisa terjaga, karena naiknya pelan-pelan,” kata Ikfina.


Ikfina menerangkan, usaha peningkatan pertanian akan berjalan lebih baik apabila juga dibantu dengan inovasi. Langkah ini merupakan senjata yang kuat, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk pertanian yang berdaya saing.

“Panen hari ini memberi dampak positif untuk petani, agar mampu mengembangkan benih baru demi kualitas produksi pertanian ke depannya. Tentu ini juga berkaitan erat dengan inovasi dan teknologi. Apalagi padi kita tercatat selalu mengalami surplus yakni sekitar 52.127 ton beras per tahun,” tambah bupati.

Catur Hermanto Kepala BPTP Balitbangtan Jawa Timur, dalam laporan sambutan menjelaskan bahwa Varietas Unggul Baru (VUB)  padi, merupakan salah satu komponen teknologi yang berperan sangat besar dalam meningkatkan produksi. Usaha mengenalkan VUB, perlu mendapat respon petani untuk menetapkan varietas mana yang diminati sesuai lingkungan tumbuh.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pertanian menjalin kerjasama dengan Balitbangtan Kementan RI, dalam rangka meningkatkan hasil panen padi melalui metode demonstrasi usaha tani (Demfarm). Semoga dapat menyejahterakan petani, seiring dengan hasil produksi padi yang meningkat,” Kata Catur.

SW Nugroho Perwakilan Komisi IV DPR RI, mengapresiasi BPTP Balitbangtan Jawa Timur bersama kelompok tani yang terus menerus mengembangkan varietas baru. Nugroho juga setuju dan optimis, kerjasama ini akan membawa kesejahteraan para petani.

“Kami berterima kasih dan mengapresiasi BPTP Balitbangtan dan kelompok tani, yang terus menerus mengembangkan varietas baru. Saya rasa Jawa Timur mampu memproduksi padi berkualitas. Dengan varietas unggul, diharapkan apa yang sudah dilakukan batlingbang bisa diteruskan. Tentu saja, petani juga akan sejahtera,” ujar Nugroho.

Hadir mendampingi bupati saat panen antara lain Dandim 0815 Letkol Inf Beni Asman, Perwakilan Kapolres Mojokerto, Perwakilan Komisi IV DPR RI didampingi Kepala BPTP Balitbangtan Jatim, dan Teguh Gunarko Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto. Panen dilaksanakan memakai sabit dan combine harvester. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here