Ketua GP Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi (Gus Syafiq) bersama jajaran pengurus.

IM.com – Tiga hari jelang Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto ke-XVIII pada 12 Desember 2021, nama bakal calon (bacalon) ketua yang akan running mulai mengerucut.. Dari sejumlah tokoh muda Nahdlatul Ulama  yang beredar di bursa, hanya menyisakan lima kandidat terkuat.

Kelima kandidat potensial yakni Muhmmad Albarraa (Gus Barraa) yang berstatus Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto juga putra pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, KH Asep Saifuddin Chalim. Ketokohannya disaingi Muhamad Syukron Fahmi (Gus Fahmi), putra pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Mishbar, Sooko, Mojokerto, KH M. Chusaini Ilyas. (Baca: Bursa Ketua GP Ansor Kabupaten Mojokerto, Gus Barra dan Gus Fahmi Bakal Bersaing Ketat).

Tiga nama berikutnya ada M. Ali Nasikh (Gus Ali) yang berstatus incumbent , Muhammad Mahammad Mahbubullah (Gus Mahbub) dari Pacet, serta Ketua PAC GP Ansor Mojosari Samsul Ma’arif. (Baca: Dua Nama Baru Masuk Bursa Bacalon Ketua GP Ansor Kabupaten Mojokerto).

”Lima nama ini yang sampai sekarang masih menjadi perbincangan antarkader GP Ansor,” terang sumber internal PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto, kemarin.


Menyikapi banyaknya kader potensional yang bakal mewarnai Konfercab pada Minggu (12/12/2021) lusa, panitia pelaksana memutuskan melakukan tahapan pendaftaran. Tahapan ini dimaksudkan sekaligus mempermudah proses penjaringan dan pemeriksaan administratif.

”Kita buka pengambilan formulir pendaftaran selama dua hari, Kamis-Jumat (9-10/12/2021),” kata Ketua Panitia Pelaksana Konfercab PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Anshor Ibnu Rido.

Anshro mengatakan, masa pengambilan formulir dimaksudkan untuk mempermudah penyeleksian berkas persyaratan bacalon. ”Apakah bacalon yang mendaftar itu sudah memenuhi syarat atau belum,” imbuh Anshor.

Ia menjelaskan, sesuai amanah peraturan organisasi (PO) PC GP Ansor, setidaknya terdapat beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi bacalon. Meliputi, bacalon sudah harus menjalani masa kaderisasi hingga tahap Pelatihan Kader Lanjutan (PKL), atau setara Susbalan bagi anggota Banser. Sudah mengabdikan diri dalam kepengurusan GP Ansor atau dalam struktur Pengurus Cabang (PC) Nadhlatul Ulama (NU) Kabupaten Mojokerto selama tiga tahun.

Serta, mengantongi dukungan atau rekomendasi dari minimal 3 Pengurus Anak Cabang (PAC), plus minimal 20 ranting (setingkat desa/kelurahan). ”Namun, jika nanti ada yang mendaftar saat pelaksanaan Konfercab berlangsung, sepenuhnya kami kembalikan kepada pimpinan sidang,” tegasnya.

Anshor mengakui memang tahapan pengambilan dan pengambilan formulir yang dijadwalkan selama dua hari tersebut tidak diatur dalam PO. Namun, hal itu dilakukan atas dasar inisiatif panitia demi mempermudah proses pemeriksaan berkas syarat pencalonan.

”Artinya, kalau ada bacalon yang menyerahkan berkas pendaftaran boleh-boleh saja. Itu sudah kewenangan dari PW GP Ansor Jatim sebagai pimpinan sidang pengendali pemilihan,” tandasnya.

Tiga hari jelang pelaksanaan Konfercab ke-XVIII bertema: Konsisten Mengawal Kiai dan NKRI, kalangan kader dari tingkat kepengurusan ranting hingga PAC intens melakukan konsolidasi. Konsolidasi ini sekaligus sebagai sarana untuk menjatuhkan dukungan dalam bentuk rekomendasi kepada bacalon.

Sehingga, kendati hingga tadi malam belum ada yang mengembalikan formulir pendaftaran bacalon, di sisi lain komunikasi tingkat PAC dan ranting sangat dinamis. Bahkan, dari 18 PAC dan 314 ranting se-kabupaten, dikabarkan rekomendasi bakal merata kepada lima nama bacalon.

Koordinator Wilayah Metropolis (Mojokerto dan Jombang) PW GP Ansor Jawa Timur Buddi Mulya mengungkapkan, kendati bursa pencalonan ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto periode 2021-2025 hangat diperbincangkan, dia berharap proses pemilihan akan berjalan arif dan kondusif.

”Syukur jika nanti proses pemilihan disepakati aklamasi melalui forum musyawarah mufakat. Itu akan lebih baik,” katanya.

Hal itu, terang kepala Sekretariat dan Markas Satkorwil Banser Jatim ini, di samping telah menjadi bagian dari tradisi NU, juga lebih mengedepankan asas manfaat yang lebih besar.

”Yang penting secara kapasitas organisasi, visi-misi, dan ghirah membesar GP Ansor ini bacalon mumpuni. Tanpa ada tendensi kepentingan pribadi maupun politik,” tandas Buddi. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here