Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menandatangani komitmen bersama para tenaga medis untuk pelaksanaan IMD dan ASI sebagi upaya mempercepat penurunan angka stunting, Rabu (7/12/2022).

IM.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menandatangani komitmen bersama IDI, IBI, IDAI dan beberapa organisasi tenaga medis lain. Kesepakatan itu terkait pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai upaya percepatan penurunan stunting.

Penandatanganan diikuti sedikitnya 120 peserta meliputi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Mojokerto, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mojokerto, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Kemudian ada Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Mojokerto, Camat, seluruh Puskesmas, serta rumah sakit pemerintah maupun swasta lingkup Kabupaten Mojokerto. Dilaksanakan.

Penandatanganan komitmen bersama terhadap IMD dan ASI eksklusif yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto di Aula New Jimbaran Resto, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Rabu (7/12/2022) pagi. Pada kesempatan yang sama Dinkes Kabupaten Mojokerto juga menyelenggarakan peningkatan kapasitas pengetahuan Satgas Covid-19.

Terkait komitmen bersama terhadap IMD dan ASI eksklusif, Bupati Ikfina mengungkapkan, saat ini Negara Indonesia sedang fokus pada masalah percepatan penurunan stunting. Menurutnya, karena ini berhadapan dengan masa depan Indonesia.


“Nah maka untuk diperhatikan dan dipersiapkan adalah bagaimana mereka nanti bisa dengan kondisi maksimal dalam menghadapi masa depannya yaitu apabila mereka mendapatkan kecerdasan yang maksimal yang ini akan bisa dipenuhi pada usia dini,” jelasnya.

Bupati Ikfina menjelaskan, penyebab stunting ada dua, yakni kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Maka untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, Ia mengatakan, balita harus mendapatkan ASI eksklusif.

“Tanda tangan ini membentuk komitmen bersama, saya minta tolong bahwa di dalam komitmen yang sudah ditandatangani ini terhadap IMD yang dinamakan Inisiasi Menyusu Dini adalah secepat mungkin bayi ini bisa menyusu pada ibunya,” bebernya.

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga meminta, agar komitmen bersama untuk IMD  bisa dipersiapkan, baik kepada ibu hamil sebelum melahirkan dan setelah melahirkan, agar bayi langsung mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya.

“Kedua, semua Puskesmas dan rumah sakit untuk bisa meneruskan kepada seluruh yang bersangkutan yang ada di Kabupaten Mojokerto untuk bisa melakukan IMD dan kalau perlu ada monitoring,” ungkapnya.

Bupati Ikfina menilai, IMD sangat diperlukan, karena menjadi faktor utama agar bayi baru lahir bisa bertahan dari berbagai penyakit infeksi dan bisa menjadi penyempurnaan dari organ-organ tubuhnya, karena ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi secara lengkap.

“Sehingga bagaimanapun ASI ini harus diberikan, di sisi yang lain yaitu kebal tubuh hanya didapatkan ada pada ASI saja, tidak dilantarkan pada susu formula, sehingga kekebalan dari penyakit infeksi akan didapatkan kalau bayi mendapatkan ASI dari ibunya,” jelasnya.

“Di Sisi yang lain ketika ibu ini menyusui bayinya maka akan terjadi ikatan boundingnya yang sangat baik sekali antara ibu dan anaknya,” tambahnya.

Bupati Ikfina juga menekankan, bahwa percepatan penurunan stunting ini adalah program nasional serta juga mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Maka pihaknya meminta, dalam upaya menurunkan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mojokerto tidak hanya menemukan balita stunting.

Akan tetapi juga mengupayakan bagaimana jangan sampai terjadi kelahiran bayi-bayi stunting, dan jangan ada calon ibu maupun ibu hamil yang kurang gizinya.

“Saya minta tolong kepada kalian semua untuk bisa memberikan perhatian kepada hal ini, sehingga komitmen ini tidak hanya sekedar naskah yang ditandatangani tetapi kemudian ada tindak lanjut terhadap semua kehamilan dengan berperan aktif kepada semua persalinan dan semua perawatan bayi dari 0 sampai 6 bulan kedepan,” pungkasnya.

Diketahui pada pelaksanaan penandatanganan komitmen bersama terhadap IMD dan ASI eksklusif juga turut dihadiri Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Ketua IBI Kabupaten Mojokerto, Ketua IDI Kabupaten Mojokerto, Ketua POGI Mojokerto, Ketua PERSAGI Kabupaten Mojokerto, serta jajaran Forkopimca se-Kabupaten Mojokerto. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here