Wujudkan eliminasi TBC di Indonesia tahun 2030, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto bersama SSR Yabhysa Kabupaten Mojokerto berkolaborasi memutus rantai penularan TBC

IM.com – Wujudkan eliminasi TBC di Indonesia tahun 2030, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto bersama SSR Yabhysa Kabupaten Mojokerto berkolaborasi memutus rantai penularan TBC

Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia. Sementara berdasarkan analisa situasi di Kabupaten Mojokerto, Dinas Kesehatan menemukan kasus TBC positif sebanyak 1.506 pada tahun 2022. Dan sebanyak 1.506 pasien mendapatkan pengobatan TBC sesuai standar.

Data tersebut disampaikan dalam acara Konferensi Pers Pernyataan Bersama Upaya Kolaborasi Penanggulangan Tuberkolosis oleh SSR Yabhysa bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto di Hotel Aston Mojokerto, Rabu (28/12-2022) pagi.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr. Agus DC menjelakan penemuan kasus TBC tahun 2022 periode Januari – Desember (Update sampai 26 Desember 2022) ada di Puskesmas Dawarblandong terduga TBC 1410 positif TBC 110 dan Puskesmas Puri terduga TBC 1160 positif TBC103 serta Puskesmas Pungging terduga TBC 825 positif TBC 58.


Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk bekerjasama dengan komunitas dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya penanggulangan TBC di masyarakat.

Untuk mendukung program penanggulangan TBC, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto membentuk Kopi TB, membuat usulan ke pusat penambahan Alat TCM TBC di tiap Puskesmas / layanan dan mencukupi semua kebutuhan baik obat dan sarpras.

Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengembangkan strategi Public-Private-Mix berbasis kabupaten yaitu (District Private Public Mix/DPPM) untuk meningkatkan penemuan kasus dan memastikan perawatan TBC yang sesuai standar.

Sementara, Ketua Cabang Yabhysa Kabupaten Mojokerto, Safriati mengatakan Yabhysa mendukung program eliminasi TBC. Pihaknya telah melakukan Investigasi Kontak (IK) terhadap 811 indeks dan temukan sebanyak 566 kasus baru TBC pada tahun 2022 ini.

Kader yabhysa di setiap kecamatan siap mendukung kegiatan penanggulangan TBC mulai dari penemuan kasus, pendampingan pengobatan sampai pasien sembuh dan melakukan investigasi kontak kepada pasien TBC.

Safriati juga menjelaskan, masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai penyakit TBC, hal ini dikarenakan masih adanya masyarakat yang memiliki stigma negatif terhadap penyakit TBC.

“Oleh karena itu, peran serta kader TBC diperlukan agar bisa memotivasi dan memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat mengenai pentingnya untuk melakukan pemeriksaan sejak dini dan melakukan pencegahan penularan penyakit TBC,” pungkasnya.  (uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here