Petugas medis yang siaga 24 jam di posko memberikan layanan kesehatan kepada warga yang terimbas kebakaran di sekitar TPA Randegan, Kelurahan Kedundung, Kota Mojokerto, Kamis (15/9/2023).

IM.com – Hingga sepekan, kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan, Kelurahan Kedundung, Kota Mojokerto sejak Jumat (8/9/2023) belum sepenuhnya padam. Kondisi  tersebut berimbas buruk pada kesehatan dan saluran pernafasan warga sekitar.

DinkesP2KB Kota Mojokerto menjadi perangkat darah yang bergerak cepat dalam penanganan persoalan kesehatan yang timbul dari asap akibat kebakaran. Saat ini, sudah ada dua posko kesehatan yang didirikan.

“Ada petugas kesehatan yang selalu siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan, termasuk dokter,” ungkap Kepala Dinkes P2KB dr. Farida Mariana. Hal ini disampaikaan di sela persiapan agenda peningkatan kapasitas Kader Motivator di MPP Gajah Mada lantai 3, Kamis (14/9/2023).

Farida menerangkan jika para nakes yang berjaga di posko kejadian, terbagi menjadi tiga shift yang disesuaikan dengan terend jumlah pasien. Misalnya, dalam shift malam sejak pukul 21.00-08.00 ditugaskan dua nakes, sementara shift pagi sebanyak empat nakes dan sore enam nakes.

“Itu diluar petugas PMI dan PSC. Total sehari itu sekitar 40 sampai 45-an orang seluruh tim yang stay. Masih ada juga tim untuk ambulan bergerak,” tutur dr. Farida.

Selama hampir sepekan, gejala yang paling banyak dikeluhkan warga sekitar adalah batuk-batuk, pusing, dan sesak. Bagi warga yang mengalami sesak, Dinkes P2KB menyiapkan nebulizer. Jika setelah penguapan dengan nebulizer belum mereda, maka akan dirujuk ke rumah sakit.

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini