Catat, Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jalur Mudik Jombang
Monumen kecelakaan lalu lintas di Jombang. Inilahmojokerto.com/Ima/

IM.com – Pemudik yang melintas di Kabupaten Jombang sebaiknya waspada. Karena, terdapat dua titik rawan kecelakaan atau black spot.

Kasat Lantas Polres Jombang AKP Nur Arifin menjelaskan, terdapat dua titik rawan kecelakaan di wilayahnya. Pertama, jalur arteri Mojoagung-Jogoroto.

Menurutnya, di jalur Mojogagung – Jogoroto itu, permukaan aspal jalan nasional ini banyak yang bergelombang.

Meski begitu, penyebab kecelakaan di lokasi ini didominasi kesalahan pengendara. Faktor lainnya terkait kurang tertibnya para pengendara sepeda motor yang kerap melawan arus lalu lintas. Khususnya di lokasi putar balik (U Turn) Desa Janti dan Tejo.

“Faktor kecelakaan di jalur ini rata-rata karena human error atau kesalahan pengendara,” jelasnya, Kamis (4/4/2024).

Dari data Satlantas Polres Jombang terjadi sebanyak 9 kecelakaan lalu lintas di jalan arteri Mojoagung awal 2024. Dengan tiga korban tewas dan 10 korban luka ringan.

Lanjut Arifin, jalur rawan kecelakaan kedua yaitu jalan arteri Kecamatan Perak-Jombang. Sebab jalan cor beton itu sudah sangat lebar dan mulus.

Dijalur Perak – Jombang itu sering kali para pengendara memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi sehingga mengabaikan kondisi tubuh yang lelah dan kemampuan kendaraan.

“Juga jalur itu tidak ada median jalannya. Sering kali pengendara enjoy melaju kencang tidak sesuai kemampuan kendaraannya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, di jalan arteri Kecamatan Perak, sepanjang awal tahun ini terjadi 7 kecelakaan lalu lintas. Sebarannya di Desa Pagerwojo, Sembung, Glagahan dan Desa Perak sendiri. Akibatnya, 5 korban tewas dan 9 korban luka ringan.

Angka Kecelakaan Meningkat

Angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran tahun 2023 di Jombang mengalami lonjakan dibandingkan 2022. Tahun 2023 terjadi 61 kecelakaan yang menyebabkan 3 korban tewas, 3 luka berat dan 95 luka ringan.

Sedangkan tahun 2022 terjadi 49 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 5 korban tewas, 8 luka berat dan 54 luka ringan. Lonjakannya mencapai 12 kasus atau 24,49 persen.

“Namun, fatalitas korban laka turun, yakni korban meninggal turun 2, korban luka berat turun 5,” ujar Arifin.

Agar terhindar dari kecelakaan, Arifin mengimbau para pemudik menyiapkan kendaraan dengan baik. Selain itu, fisik para pemudik juga harus selalu prima.

Menurutnya, sangat berbahaya memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah. Sebab batas maksimal mengemudi 4 jam harus istirahat setidaknya 30 menit.

“Jikaelah wajib istirahat. Sebab fakfor kelelahan sangat sering memicu laka apalagi puasa. Kalau mudik jangan lupa cek Google Map. Korlantas sudah kerja sama dengan Google Indonesia. Pemudik bisa cek jalur yang macet sehingga bisa mencari jalur alternatif,” tandasnya. (Ima)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini