Peluncuran Pesantren Sepak Bola eLKISI di Mojokerto dihadiri Indra Sjafri, Evan Dimas, dan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.
Pengasuh Ponpes eLKISI bersama tokoh sepak bola nasional dan jajaran Forkopimda saat peluncuran Pesantren Sepak Bola eLKISI di Mojokerto, Minggu (10/5/2026).

inilahmojokerto.com – Pondok Pesantren eLKISI resmi meluncurkan program Pesantren Sepak Bola eLKISI, Minggu (10/5/2026). Program ini menggabungkan pembinaan sepak bola modern dengan pendidikan Al-Qur’an serta pembentukan karakter santri.

Peluncuran program tersebut dihadiri sejumlah tokoh sepak bola nasional, di antaranya Indra Sjafri, Hanafing, Joko Susilo, serta legenda Timnas Indonesia Evan Dimas.

Hadir pula Muhammad Al Barra, Ketua KONI Kabupaten Mojokerto Imam Suyono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amzar Ashari Siregar, Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttaqin, dan Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur Joko Tetuko.

Pengasuh sekaligus Direktur Ponpes eLKISI, Fatkhur Rohman, mengatakan program tersebut mengusung konsep “Dari Lapangan Menuju Peradaban” dengan menitikberatkan pada keseimbangan antara prestasi olahraga, ibadah, dan pembentukan karakter.

Menurutnya, para santri akan mendapatkan pelatihan teknik, fisik, taktik modern, daya tahan, hingga mental bertanding yang dibimbing pelatih profesional.

“Sepak bola bukan hanya soal menang, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan akhlak. Harapannya lahir atlet profesional yang tetap menjunjung nilai keislaman dan akhlakul karimah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengapresiasi hadirnya Pesantren Sepak Bola eLKISI sebagai terobosan pembinaan atlet usia muda di Kabupaten Mojokerto.

“Kehadiran Pesantren Sepak Bola eLKISI menjadi kebanggaan Mojokerto. Banyak talenta muda akan berkembang dengan latihan profesional dan diharapkan mampu mewarnai prestasi sepak bola nasional dengan pendekatan santun, spiritual, dan sportivitas,” kata Bupati Mojokerto.

Program tersebut diharapkan menjadi alternatif pembinaan sepak bola usia muda yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga penguatan karakter dan kepemimpinan generasi atlet masa depan. (kim)

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini