Kapolsek Pacet memberikan pembinaan karakter kepada siswa baru SMK Thoriqul Ulum saat MPLS. Siswa diajak fokus meraih prestasi dan menjauhi narkoba, tawuran, serta bullying.

inilahmojokerto.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Thoriqul Ulum Pacet, Kabupaten Mojokerto, tidak hanya diisi dengan pengenalan lingkungan belajar. Para siswa baru juga mendapat bekal penting tentang pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi tantangan remaja dari jajaran kepolisian.

Kamis (16/7/2026), Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam hadir langsung sebagai narasumber dalam kegiatan MPLS bertajuk “Langkah Awal Meraih Prestasi” yang digelar di sekolah yang berlokasi di Desa Sajen, Kecamatan Pacet.

Di hadapan ratusan siswa baru, AKP Khoirul Umam mengajak peserta didik untuk menjadikan masa sekolah sebagai momentum membangun masa depan melalui prestasi, disiplin, dan perilaku positif.

Sebelum sesi pembinaan dimulai, Kepala SMK Thoriqul Ulum KH Drs Ahmad Munawir memberikan tausyiah yang menekankan pentingnya penguatan iman dan keyakinan sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan akhlak dan spiritualitas agar mampu mengantarkan siswa meraih kesuksesan.

Dalam materinya, Kapolsek Pacet menyoroti berbagai persoalan yang kerap mengancam generasi muda, mulai dari tawuran, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan narkotika.

Ia mengingatkan bahwa masa remaja merupakan fase penting yang menentukan arah masa depan seseorang. Karena itu, siswa diminta untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merusak cita-cita dan prestasi yang sedang dibangun.

“Masa depan kalian masih sangat panjang. Hindari hal-hal negatif seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba. Saya juga mengingatkan untuk menghindari kebiasaan merokok karena sering kali menjadi pintu masuk menuju perilaku berisiko lainnya,” ujar AKP Khoirul Umam.

Selain menyampaikan materi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolsek juga mengajak siswa menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Ia menegaskan bahwa bullying tidak boleh dianggap sebagai candaan karena dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi korban.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pergaulan remaja, keamanan lingkungan sekolah, hingga upaya menghindari pengaruh negatif di era digital.

Pihak sekolah menyambut positif keterlibatan kepolisian dalam kegiatan MPLS. Kehadiran aparat penegak hukum dinilai memberikan wawasan praktis sekaligus motivasi kepada siswa untuk lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan diri.

Melalui program pembinaan karakter ini, Polsek Pacet berharap terjalin sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan kepolisian dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.

7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini