Pemkot Mojokerto mulai sosialisasi SPMB Online 2026/2027. Seluruh lulusan SD dipastikan tertampung di SMP negeri dan swasta dengan sistem penerimaan transparan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sosialisasi pedoman teknis digelar di Aula Disdikbud Kota Mojokerto, Selasa (19/5/2026), dengan melibatkan kepala sekolah TK, SD, hingga SMP negeri maupun swasta

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kota Mojokerto mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sosialisasi pedoman teknis digelar di Aula Disdikbud Kota Mojokerto, Selasa (19/5/2026), dengan melibatkan kepala sekolah TK, SD, hingga SMP negeri maupun swasta.

Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman seluruh satuan pendidikan sebelum proses penerimaan murid baru dimulai.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pelaksanaan SPMB harus berjalan sesuai aturan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan integritas. Evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, menurutnya, menjadi bahan perbaikan agar proses penerimaan siswa tahun ini berlangsung lebih tertib dan akuntabel.

“Seluruh kepala sekolah harus memiliki persepsi yang sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga pelaksanaan SPMB dapat berjalan sesuai aturan,” katanya. .

Ia juga meminta seluruh sekolah memprioritaskan pelayanan pendidikan bagi warga Kota Mojokerto tanpa mengabaikan regulasi yang berlaku. Menurutnya, sistem yang sudah berjalan baik harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tetapi tetap harus sesuai ketentuan agar prosesnya tertib, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Agung Moeljono menjelaskan, seluruh tahapan SPMB tahun ini dilakukan secara daring, mulai pendaftaran, proses seleksi, hingga pengumuman hasil akhir.

Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai aturan, Pemkot Mojokerto juga menggandeng Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto sebagai pendamping dalam proses pelaksanaan SPMB.

“Pendampingan dilakukan agar pelaksanaan SPMB berjalan transparan dan sesuai regulasi,” jelas Agung.

Ia menyebut jumlah lulusan SD/MI negeri dan swasta di Kota Mojokerto tahun ini mencapai 2.657 siswa. Sementara itu, total daya tampung SMP negeri sebanyak 2.144 siswa dan SMP swasta 896 siswa.

Dengan kapasitas tersebut, seluruh lulusan SD/MI di Kota Mojokerto dipastikan tetap dapat melanjutkan pendidikan di jenjang SMP.

Selain jenjang SMP, Pemkot Mojokerto juga menyiapkan kuota penerimaan untuk SD Negeri sebanyak 1.372 siswa yang terbagi dalam 49 rombongan belajar. Sedangkan TK Negeri menyediakan 120 kuota siswa dalam delapan rombongan belajar.

Pada jenjang SMP Negeri, penerimaan murid baru dibuka melalui empat jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Pemkot Mojokerto juga tetap membuka program Golden Ticket bagi siswa penghafal Al-Qur’an.

Tak hanya itu, kelas olahraga kembali dibuka di SMP Negeri 1 Mojokerto, SMP Negeri 2 Mojokerto, dan SMP Negeri 4 Mojokerto untuk mewadahi siswa berprestasi di bidang olahraga.

Seluruh proses pendaftaran dan verifikasi administrasi dilakukan secara online melalui laman resmi SPMB Kota Mojokerto. Pendaftaran jalur non-domisili dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 4 Juni 2026, sedangkan jalur domisili dibuka pada 22 sampai 24 Juni 2026.

Sementara kegiatan hari pertama sekolah dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai serentak pada 13 Juli 2026. (uyo)

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini