
inilahmojokerto.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus menggencarkan Gerakan Percepatan Penurunan Stunting (GERCEP). Langkah konkret ini diwujudkan melalui program Gema Pitu (Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu) yang digelar di Kantor Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Selasa (26/5/2026) pagi.
Hadir langsung dalam agenda tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra. Perempuan yang akrab disapa Ning Hana ini mengedukasi warga mengenai tiga akar masalah pemicu stunting pada anak.
“Masyarakat harus paham bahwa ada tiga faktor utama penyebab stunting. Yaitu pola makan, pola asuh orang tua, serta faktor lingkungan yang berkaitan erat dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ungkap Ning Hana di hadapan warga.
Ning Hana menjelaskan, program Gema Pitu sengaja dirancang untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Terlebih, fungsi posyandu saat ini sudah bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu lintas sektor.
“Posyandu zaman sekarang tidak melulu soal kesehatan. Pelayanannya sudah meluas ke bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibum linmas, hingga urusan sosial,” bebernya.
Suasana sosialisasi di Desa Tawangrejo ini berlangsung semarak. Sejak pagi, para siswa sekolah menyambut kedatangan rombongan dengan senam bersama dan pertunjukan Tari Reresek. Tak hanya itu, perpustakaan desa juga memfasilitasi pojok baca bagi anak-anak dan warga yang hadir.
Setelah memberikan arahan, Ning Hana meninjau langsung pelaksanaan posyandu, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan balita, hingga memantau tumbuh kembang anak di PAUD setempat. Ia juga membagikan tips pemenuhan gizi keluarga melalui demo menu sehat sederhana yang mudah dimasak di rumah.
Aksi jemput bola ini disokong penuh oleh kolaborasi jajaran OPD Pemkab Mojokerto, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas P2KBP2. Dalam giat ini, petugas gabungan sukses melakukan pendampingan dan pendataan kesehatan terhadap 35 lansia, 19 ibu balita, serta seorang ibu hamil.
Melalui sinergi ini, kesadaran masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang, pola asuh ideal, dan sanitasi lingkungan diharapkan meningkat demi mewujudkan generasi Kabupaten Mojokerto yang bebas stunting. (Uyo)









































