Pemkab Mojokerto menyalurkan bantuan pertanian senilai Rp5,4 miliar saat panen raya di Trowulan. Langkah ini untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

inilahmojokerto.com – Upaya menjaga lumbung pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan krisis air terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya menggelar panen padi bersama petani, Pemkab juga mengucurkan bantuan sarana pertanian senilai lebih dari Rp5,4 miliar untuk mendongkrak produktivitas lahan dan kesejahteraan petani.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, saat kegiatan Panen Padi dan Penyerahan Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto 2026 di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kamis (16/7/2026).

Di tengah hamparan sawah yang memasuki masa panen, Gus Barra menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup petani sebagai ujung tombak produksi pangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Mojokerto menyalurkan berbagai bantuan strategis bagi kelompok tani di sejumlah kecamatan.

Bantuan itu meliputi 22 unit pompa air, 13 unit irigasi perpompaan, 10 paket rehabilitasi jaringan irigasi tersier, dua unit combine harvester besar, serta 23.670 kilogram benih jagung yang akan dimanfaatkan oleh 104 kelompok tani.

Jika ditotal, nilai bantuan mencapai sekitar Rp5,4 miliar. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi produksi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani.

Bantuan pompa air diberikan untuk mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.

Sementara rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pembangunan irigasi perpompaan ditujukan untuk memperluas akses air bagi lahan pertanian yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan.

Di sisi lain, bantuan combine harvester besar diharapkan mampu mempercepat proses panen sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen yang selama ini kerap terjadi akibat keterbatasan tenaga kerja.

Bupati Al Barra mengatakan sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain perubahan iklim yang berdampak pada pola tanam, petani juga harus berhadapan dengan ancaman organisme pengganggu tanaman hingga berkurangnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian.

Karena itu, Pemkab Mojokerto terus mendorong modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan penerapan sistem Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Program tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10 sampai 12 ton per hektare.

“Kami ingin petani tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dengan dukungan teknologi dan sarana produksi yang lebih modern,” katanya

Kabupaten Mojokerto selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur. Dengan luas lahan pertanian yang masih cukup besar dan dukungan infrastruktur yang terus diperkuat, daerah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Panen raya di Desa Beloh pun menjadi simbol optimisme bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan. Di tengah berbagai tantangan, produktivitas pangan tetap dapat dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pemanfaatan teknologi pertanian yang semakin maju.

6

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini