SPPG itu diketahui milik pasangan suami istri, Pangestu dan Erista Widya Kristanti, warga Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

inilahmojikerto.com — Ledakan yang disusul kebakaran di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali, Kabupaten Mojokerto, masih menyisakan tanda tanya.

Untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, Tim Inafis Forensik Polda Jawa Timur turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi, Jumat (14/8/2026).

Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group tersebut berada di Dusun Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

SPPG itu diketahui milik pasangan suami istri, Pangestu dan Erista Widya Kristanti, warga Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Pemeriksaan dilakukan sehari setelah ledakan terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.20 WIB.
Ledakan keras tersebut menyebabkan bagian bangunan dapur SPPG terbakar. Plafon dan atap bangunan juga ambruk akibat kejadian itu.

Tak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, insiden tersebut mengakibatkan lima orang mengalami luka. Dua pekerja relawan bagian persiapan pemorsian terluka setelah tertimpa plafon yang ambruk.

Sementara tiga pekerja teknisi dari PT Energi Alam Utama mengalami luka bakar serius ketika sedang melakukan pembenahan jaringan gas elpiji di lokasi.

Dugaan awal, ledakan berkaitan dengan jaringan instalasi bahan bakar gas elpiji. Namun, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik.

Sebanyak enam personel Tim Inafis Forensik Polda Jatim datang ke lokasi. Tim tersebut dipimpin Kompol Sukris Trihartono dan didampingi Kompol Imam Bukhori.

Mereka langsung memasuki area dapur SPPG untuk memeriksa titik-titik yang diduga berkaitan dengan sumber ledakan dan kebakaran.

Proses pemeriksaan juga melibatkan Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto yang dipimpin Kasatreskrim AKP Aldhino Primawildan.

Kapolsek Puri AKP Agus Setiawan turut mendampingi proses penyelidikan di lokasi.
Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati.

Sejumlah bagian dan benda di area kejadian diperiksa untuk membantu memastikan bagaimana rangkaian peristiwa hingga ledakan terjadi.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan di dalam bangunan, sejumlah petugas terlihat membawa beberapa benda yang telah dikemas dalam plastik.

Barang-barang tersebut diduga merupakan bagian dari material yang diperlukan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut di Laboratorium Forensik Polda Jatim.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan penyebab ledakan. Dalam pemeriksaan forensik, kondisi lokasi, material, hingga komponen yang berkaitan dengan sumber api atau ledakan dapat menjadi petunjuk untuk merekonstruksi kejadian.

Kompol Sukris Trihartono membenarkan kedatangan timnya ke lokasi. “Kami datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan atas penyebab terjadinya peristiwa tersebut,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Namun, ia belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai dugaan sumber ledakan dan meminta konfirmasi kepada penyidik Polres Mojokerto.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Primawildan mengatakan perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Nanti saja mas, kasus ini masih dalam penyelidikan Polda Jatim,” katanya.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan belum disimpulkan. Hasil pemeriksaan Tim Inafis Forensik Polda Jatim dan uji laboratorium akan menjadi salah satu dasar untuk mengetahui sumber ledakan sekaligus memastikan apakah insiden tersebut murni kecelakaan teknis atau terdapat faktor lain.

Polisi masih bekerja untuk menemukan jawabannya.

7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini