
inilahmojokerto.com – Sebanyak 161.925 penerima bantuan pangan (PBP)di Kabupaten Mojokerto mendapat bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Penyaluran perdana diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026) siang, di Balai Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet.
Bupati Mojokerto Mohammad Al Barra mengatakan setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Karena tiga bulan disalurkan sekaligus, masing-masing PBP menerima total 30 kilogram beras.
“Launching perdana di Kabupaten Mojokerto bertepatan dengan Hari Kemerdekaan. Di Desa Bendunganjati ini ada 451 penerima yang mendapatkan bantuan,” kata Bupati Al Barra.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut membutuhkan sekitar 4.857 ton beras untuk memenuhi kebutuhan 161.925 penerima selama tiga bulan.
Data penerima bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1-4 Kementerian Sosial. Jumlah penerima mengalami kenaikan sekitar 5.412 PBP dibanding alokasi sebelumnya.

Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan cadangan pangan pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Pemkab Mojokerto menargetkan seluruh penyaluran bantuan pangan selesai paling lambat 30 September 2026. Distribusi dilakukan melalui titik pembagian yang disepakati, terutama balai desa.
Bupati juga memastikan kualitas beras yang diterima masyarakat menjadi perhatian. Beras yang disalurkan merupakan kualitas medium dan akan diperiksa sebelum diterima PBP.
Jika ditemukan beras yang tidak sesuai kualitas, masyarakat dapat melapor kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada tim penyalur. Beras yang bermasalah akan diganti.
“Kalau ditemukan satu atau dua karung yang kualitasnya tidak sesuai, akan kami lakukan penggantian,” ujarnya.
Selain bantuan pangan gratis, pemerintah juga memastikan ketersediaan beras untuk program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) tetap aman.
Bupati menyebut stok beras pemerintah di wilayah tersebut dipastikan mencukupi, bahkan hingga sekitar satu tahun ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras.
Menurutnya, bantuan pangan juga membantu meringankan beban pengeluaran keluarga penerima. Dengan mendapatkan beras secara gratis, anggaran rumah tangga dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lain seperti lauk, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.
Sementara program SPHP tetap berjalan untuk menjaga masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau di pasaran.
Penyaluran bantuan beras ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Mojokerto. (adv-kominfo)









































