Keterbatasan laboratorium komputer sejumlah sekolah melaksanakan UNBK dua sesi

IM.com – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Mojokerto diikuti 20.233 siswa SMA dan SMK Negeri maupun Swasta Kabupaten/Kota. Keterbatasan laboratorium komputer menjadi salah satu kendala pelaksanaan harus diselenggarakan lebih dari satu sesi.

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Kota Mojokerto yang memiliki 449 siswa, pelaksanaan UNBK dilakukan dua sesi. Ini lantaran sekolah yang berada di Kecamatan Magersari hanya memiliki 11 ruang laboratorium komputer.

Kendati dilaksanakan dua sesi, Kepala SMK Negeri I Kota Mojokerto, Harol Kristiyandoko mengatakan tidak ada kendala. “Hari pertama berjalan lancar dan tidak ada kendala. Pembagian sesi menunjukkan kesiapan sekolah terkait laboratorium yang dipersiapkan untuk UNBK,” ungkapnya.

Sesi pertama pukul 07.30 WIB sampai 09.30 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 225 siswa dan sesi kedua pukul 10.30 WIB sampai 12.30 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 224 siswa. Hari pertama, Senin (3/4/2017) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.


Hari kedua, Selasa (4/4/2017) dengan mata pelajaran Matematika, hari ketiga, Rabu (5/4/2017) dengan mata pelajaran Bahasa Inggris dan hari keempat, Kamis (6/4/2017) dengan mata pelajaran lima kejuruan kompetensi keahlian. Yakni Teknik Gambar Bangunan, Teknik Otomotif Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer Jaringan dan Multimedia.

Meski digelar dua sesi, masih kata Harol, SMK N I Kota Mojokerto merupakan satu-satunya sekolah yang menggelar UNBK dengan dua sesi. Sementara sekolah lain sampai tiga sesi bahkan, ada sekolah lain yang mengabung di sekolahnya. Yakni SMAN 3 yang menggelar USBK pada minggu depan dan SMPN 2, SMPN 7 dan SMP Al-Azhar yang menggelar UNBK dua minggu lagi.

Harol juga menyampaikan tidak khawatir terkait jaringan internet dan pasokan listrik selama UNBK digelar. “Sudah ada MoU dengan Telkom dan PLN sehingga kami tidak menyiapkan genset. Sementara dalam satu ruangan ada dua orang pengawas, satu pengawas dari sekolah lain dan satu proktor dari SMK N I Kota Mojokerto,” tandasnya.

Menurut Harol, pelaksanaan UNBK dengan komputer memiliki dua sisi positif yakni intregitras dan kejujuran anak. “Sangat besar pengaruhnya karena masing-masing anak mempunyai tangguh jawab sendiri untuk mengerjakan ujian,” katanya.

Sementara data Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto peserta UNBK tahun 2017 Kota Mojokerto jumlahnya 1.232 siswa dari 11 SMA, Negeri 3 Swata 8. Sedangkan SMK 11 sekolah, 2 Negeri, 9 Sawsta berjumlah 9047 siswa. Untuk peserta UNBK Kabupaten Mojokerto 38 SMA Negeri 11, Swasta 27, jumlah 4.060 siswa. 58 SMK negeri 8, Swasta 50, jumlah 5.894 siswa. (ika/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here