Proses evakuasi petugas kepolisian di lokasi tempat ditemukan sopir truk meninggal di kamar kos

IM.com – Warga Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Trowulan mendadak gempar dengan penemuan jasad tanpa busana di kamar kos milik warga setempat, Senin (31/7/2017). Korban yang diketahui asal Pasuruan itu tewas dengan hidung berdarah.

Korban tewas terlentang di atas kasur kamar kos yang dia sewa. Tak ada sehelai benang pun yang membalut tubuh korban. Hidungnya terlihat mengucurkan darah segar. Sementara isi kamar kos berukuran 3×3 meter itu nampak berantakan.

Kepala Dusun Wringin Lawang Agus Listiono mengatakan, korban adalah Seodjoko (65), warga Dusun Penanggungan RT 4 RW 24, Desa Kejapanan, Gempol, Pasuruan. Sekitar enam bulan terkahir, korban menyewa salah satu kamar kos milik Waginten (68) di Dusun Wringin Lawang. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir truk itu tinggal seorang diri.

Agus menuturkan, jasad Soedjoko pertama kali ditemukan oleh seorang pria yang mengaku rekan korban sesama sopir truk sekitar pukul 16.30 Wib. Setelah menemukan korban tak bernyawa, pria yang mengaku warga Sidoarjo itu meninggalkan lokasi dengan alasan mencari keluarga korban.

“Orangnya sempat mencari tempat kos korban kemudian ditunjukkan pemilik kos. Saat buka pintu kamar, orang itu melihat korban sudah terlentang. Tubuhnya dingin, sudah meninggal,” kata Agus kepada wartawan di lokasi, Senin (31/7/2017) malam.

Sebelum meninggalkan lokasi, lanjut Agus, pria yang belum diketahui identitasnya itu sempat menyampakan kematian korban ke pemilik kos. Sontak kabar penemuan mayat ini membuat geger warga sekitar. Puluhan orang datang ke lokasi untuk melihat kondisi korban.

Anak pemilik kos Solikah (45) menuturkan, dirinya terkahir kali bertemu korban pada Minggu (30/7) malam. Saat itu Soedjoko masih tiduran di teras rumahnya yang terletak persis di sebelah kamar kos. Bahkan korban sempat meminta makan dan minum kepada dirinya. “Kemarin dia mengeluh badannya panas, setelah itu pagi tadi tak kelihatan keluar kamar,” terangnya.

Tim Identifikasi Polres Mojokerto baru tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 Wib. Sekitar 30 menit petugas melakukan olah TKP dan visum luar jasad korban.

Kapolsek Trowulan Kompol M Sulkan memastikan darah yang keluar dari hidung korban bukan akibat penganiayaan. Pasalnya, hasil pemeriksaan luar terhadap jasad korban tak ditemukan bekas penganiayaan.

Darah yang masih segar itu baru diketahui setelah jasad korban ditemukan. Diduga darah itu akibat penyakit yang diidap korban. Namun, untuk memastikan penyebab kematiannya, sekitar pukul 19.40 Wib jasad korban dievakuasi ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. “Saat ditemukan tadi belum ada darah, artinya besar kemungkinan korban meninggal karena sakit. Namun, kami tetap membawa jenazah ke rumah sakit untuk divisum,” tandasnya. (kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here