IM.com – Penyaluran bantuan pangan non tunai di Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto sempat terhambat beberapa jam. Itu terjadi lantaran mesin EDC (elektronik data capture) mengalami gangguan.

Penyaluran bantuan pangan itu berlangsung di e warung KUBE Lingkungan Ngaglik, Kelurahan Kranggan. Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan ibu-ibu rumah tangga nampak mengantre di depan e warung. Wali Kota Mas’ud Yunus bersama Kepala Dinas Sosial sempat memantau pencairan bantuan pangan tersebut.

Sekitar pukul 10.00 WIB, wali kota bertolak dari lokasi setelah memastikan pencairan bantuan pangan non tunai itu lancar. Namun, apa yang disaksikan orang nomor satu di Pemkot Mojokerto itu hanya penyerahan secara simbolis. Masalah justru terjadi setelah Mas’ud meninggalkan lokasi.

“Belum ada yang mencairkan sudah trouble (gangguan) mesin EDC-nya. Tadi saat ada Pak Wali Kota hanya penyerahan simbolis,” kata operator mesin EDC di e warung KUBE Sulastri (39), Senin (14/8/2017).


Tak hanya satu, kedua mesin EDC pada e warung KUBE ini, kata Sulastri, mengalami gangguan. Mesin dari Bank BNI itu tak bisa dipakai untuk transaksi pembayaran dengan kartu yang dibawa para penerima bantuan pangan non tunai. Bahkan, menurut dia, gangguan mesin EDC juga pernah terjadi saat pencairan menjelang lebaran Juni 2017.

“Kami sudah menghubungi Bank BNI untuk datang ke sini, supaya segera dibetulkan alatnya,” ujarnya.

Gangguan ini tentunya dikeluhkan para penerima bantuan pangan non tunai. Bagaimana tidak, setelah mengantre sejak pukul 09.00 WIB, hingga satu jam lebih mereka tak kunjung bisa membawa pulang sembako. Antrean pun memanjang hingga seratus lebih.

“Tadi nunggu karena ada kunjungan Pak Wali Kota, sekarang nunggu lagi karena alatnya trouble, lumayan capek juga,” cetus Yuli Rahmawati (44), penerima bantuan pangan non tunai asal Lingkungan Kuwung, Meri, Kranggan.

Hal senada dikatakan Warsih (45), penerima bantuan pangan non tunai asal Jalan Brawijaya, Kelurahan Miji. Dia mengaku lelah menunggu satu jam lebih. Apalagi tenda untuk antrean tak muat menampung warga. Akibatnya dia dan sejumlah ibu-ibu lainnya harus berteduh di bawah pohon di tengah teriknya matahari.

“Ya mau bagaimana lagi, dapat sembako gratis walupun menunggu lama ya kami sabar saja,” tandasnya.

Bantuan pangan non tunai ini diterima setiap warga Rp 110 ribu/bulan. Bantuan itu bisa dipakai untuk membeli beras, minyak goreng, gula, telor dan aneka sembako lainnya yang disediakan e warung KUBE.

Baru sekitar pukul 10.25 WIB, mesin EDC kembali bisa digunakan. Itu setelah satu orang petugas dari Bank BNI datang ke lokasi pencairan membetulkan ganguan pada mesin pembayaran tersebut. (kus/uyo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here