Slamet Amien, perajin keripik ketela asal Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jatim yang memamerkan motor Ninja 250 CC miliknya yang baru dibeli secara tunai seharga Rp 67,6 juta dengan duit koin.

IM.com – Mimpi Slamet Amien dan istrinya Siti Maesaroh, warga Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur memiliki sepeda motor sport Kawasaki Ninja 250 cc akhirnya menjadi kenyataan. Pasutri yang sehari-hari berjualan kripik ketela ini bahkan bisa membeli motor impiannya secara tunai (cash), kendati untuk membayar di antaranya menggunakan duit koin senilai Rp 16 juta dari total harga motor Rp 67,6 juta.

Ribuan duit koin seberat 50 kg itu diserahkan langsung ke dealer motor di Jalan Majapahit, Mojokerto. Bobot duit yang dimasukkan dalam kantung itu membuat pihak dealer sedikit repot karena butuh empat orang untuk mengangkatnya.

Selain itu, pegawai dealer motor harus menghabiskan waktu hingga tiga jam untuk menghitung jumlah uang koin tersebut. Total uang koin mencapai Rp 16 juta. Sedangkan sisanya dengan uang kertas pecahan Rp 2.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000 hingga terkumpul total Rp 67.600.000.

Menurut Siti Maesaroh, uang koin dan pecahan lainnya untuk membeli motor impian itu dikumpulkan dari hasil penjualan keripik pisang dan ketela sejak dua tahun lalu. Siti mengaku, duit untuk membeli motor itu murni dikumpulkan dari uang yang dibayarkan oleh pembeli keripiknya karena tidak memiliki tabungan di bank.


Maesaroh mengaku ide mengumpulkan uang koin untuk membeli motor itu tercetus dari naknya yang berusia 6 tahun inigin menabung di celengan dan botol air mineral. Duit koin hasil tabungan anaknya sampai terkumpul 11 botol air mineral.

“Setelah dua bulan, saya dan sumi melanjutkan celengan itu. Sampai genap 2 tahun lalu kami hitung,” ujar Maesaroh.

Siti Maesaroh dan suaminya, Slamet Amien menghitung dit koin yang akan dibayarkan ke diler untuk membeli motor Ninja 250CC.

Ia mengaku kasihan kepada pihak dealer kalau harus menyerahkan seluruh uang koin itu untuk membayar motor. Ia mengatakan, sempat menanyakan ke pihak dealer apakah boleh membeli motor dengan uang koin.

“Akhirnya kami putuskan sebagian membawa uang koin dan sebagian uang pecahan dua ribuan,” katanya.

Sales dealer motor, Yuli Trias Setyaningrum mengatakan, butuh waktu hingga tiga jam untuk menghitung seluruh uang yang dibawa pasutri tersebut. “Uang logamnya ada Rp 16 jutaan,” katanya.

Pembelian sepeda motor dengan menggunakan uang pernah terjadi di Jawa Timur, namun pembelian motor Kawasaki Ninja dengan memakai uang koin di Mojokerto itu sempat viral di dunia maya karena proses penghitungan uang koin di-share di media sosial oleh pegawai dealer. (ine/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here