Pasar Tanjung Kota di Jalan Residen Pamuji No.22, Jagalan, Magersari yang tak kunjung direvitalisasi oleh Pemkot Mojokerto.

IM.com – Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah merevitaliasi 1.000-an pasar tradisional di tahun 2019 dari target 5.000 pasar yang dijanjikan Presiden Joko Widodo saat kampanye pada 2014 silam. Sejumlah pasar di Kota dan Kabupaten Mojokerto sudah lama disebut masuk daftar target revitalisasi, namun hingga kini baru Pasar Kliwon, Prajuritkulon dan Pasar Kedung Maling yang terealisasi.

Proyek revitalisasi Pasar Kliwon menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Perdagangan tahun 2016 silam. Ironisnya, pasar ini malah mati suri alias sepi pengunjung setelah direnovasi total. Padahal pasca revitalisasi, Disperindag Kota Mojokerto telah menggelar berbagai kegiatan dengan anggaran cukup besar guna menarik animo masyarakat.

Sementara rencana revitalisasi sejumlah pasar yang kelasnya lebih tinggi sampai kini masih terkatung-katung. Salah satunya, Pasar Anyar Tanjung di Jalan Residen Pamuji, Kota Mojokerto.

Rancangan desain renovasi pasar inisudah ada sejak tahun 2016 lalu. Namun Disperindag Kota Mojokerto kemungkinan baru bisa memulai pembangunan tahun 2019. Saat ini, prosesnya masih tahap relokasi pedagang.

Disperindag berdalih, perombakan pasar terbesar di Mojokerto Raya tersebut selama ini karena terhambat anggaran. Hingga anggaran revitalisasi yang ditaksir mencapai Rp 100 miliar diputuskan menggunakan skema multiyears.

Semestinya, Disperindag bisa mengajukan permohonan DAK dari Kementerian Perdagangan untuk menyokong kebutuhan anggaran proyek sebagai bagian dari program revitalisasi pasar tradisional pemerintah pusat. Alih-alih mengambil peluang tersebut, Pemkot Mojokerto lebih memilih bekerjasama dengan pihak ketiga dengan sistem sistem bangun guna serap (BGS) yang cukup beresiko pada eksistensi pasar tradisional.

Sebagai catatan, pemerintah pusat mengalokasikan total Rp 12,74 triliun untuk pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat dalam kurun waktu 2015-2019. Total anggaran itu dialokasikan untuk mendanai revitalisasi 5.218 pasar, di atas target 5.000 pasar rakyat yang ditetapkan Presiden Jokowi.

Rincian alokasi anggarannya, Kemendag menyediakan Rp 11,5 miliar untuk pasar tipe A. Lalu tipe B mendapat Rp 7,7 miliar, tipe C Rp 5,8 miliar dan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar untuk tipe D. 

Kemendag pun selama ini terbuka pada pemerintah daerah untuk mengajukan permohonan revitalisasi pasar. Sekadar informasi, Pemerintah Kabupaten Bangkalan saja sudah mengajukan revitalisasi 10 pasar tradisionalnya ke pemerintah pusat.

Tahun ini, Kemendag menargetkan revitalisasi 999 pasar rakyat secara fisik maupun nonfisik. Hal itu untuk menuntaskan target revitalisasi 5.000 pasar rakyat.

“Kami yakin, target pembangunan atau revitalisasi pasarrakyat dapat tercapai dan memenuhi target 5.000 pasar rakyat,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, Jumat (14/12/2018).

Tjahya menjelaskan, sebanyak 184 pasar rakyat akan direvitalisasi menggunakan dana TP dengan anggaran mencapai Rp 1,159 triliun. Sementara untuk sisanya, atau 815 pasar lainnya, akan menggunakan alokasi DAK dengan total anggaran Rp 1,302 triliun.

Bukan hanya fisik, Kemendag juga melakukan revitalisasi nonfisik. Diantaranya adalah melakukan pelatihan pengeloaan manajemen pasaruntuk 300 pengelola pasar rakyat dan melakukan kegiatan aktivasi-aktivasi dipasar. Hal ini agar revitalisasi fisik tidak menghilangkan daya tarik danfungsi pasar tradisional seperti yang terjadi pada kasus Pasar Kliwon.

Bahkan, Kemendag menggelar kegiatan Sekolah Pasar ke para pedagang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berdagang dan melayani para konsumen dengan standard yang lebih baik. Selain itu, ada juga pelatihan e-pembayaran atau retribusi kepada pengelola pasar dan pedagang secara lebih rapi.

“Intinya pendampingan kepada Pemerintah Daerah dan pengelola pasar untuk mendapatkan Sertifikasi Pasar Rakyat berstandard SNI 8125,” kata Tjahya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here