Mobil Toyota Avanza bernopol B 1770 PKD terguling dan menabrak tiang listrik setelah mengalami rem blong saat turun dari arah Kota Batu melalui Jalur Sendi-Cangar, Pacet, Jumat sore (4/1/2019).

IM.com – Sebuah mobil Toyota Avanza berpenumpang enam orang dan satu pengemudi mengalami kecelakaan tragis di Jalur Sendi-Cangar, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jumat sore (4/1/2019) sekitar pukul 16.30. WIB. Dua penumpang tewas dan lima lainnya luka-luka akibat kecelakaan ini.

“Ada dua korban meninggal dunia dan lima penumpang mengalami luka-luka,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto Ipda Edy Widoyono.

Identitas korban yang meninggal dunia yakni Mahfud (50), warga Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dan Septi (18), warga Bangsal, Mojokerto. Sementara lima orang yang mengalami luka berat adalah pengemudi Avanza, Ulis Setiyawan (28) asal Desa/Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Tasya (34), warga Malang.

Sedangkan tiga penumpang lain yakni Ira Puspitasari (23) warga Jalan Anyer Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Wahyu Hartono (21) asal Desa Sampangan, Kecamatan Deket, Lamongan serta Sriwidiyanan (24) dari Desa Mojosari Kecamatan, Mantup, Lamongan.


Menurut Edy, korban yang tewas duduk di sebelah pengemudi dan di belakang pengemudi. Sedangkan, penumpang lainnya mengalami luka ringan.

“Satu korban yang meninggal dunia posisi terakhir berada di luar mobil, satunya meninggal di dalam mobil,” jelasnya.

Jenazah korban tewas dan semua korban selamat dievakuasi ke Rumah Sakit Sumberglagah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

“Korban luka-luka sudah menjalani perawatan di rumah sakit,” tegas Edy.

Petugas Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto masih melakukan pendataan korban kecelakaan tersebut. “Identitas masih kami data, nanti akan kami sampaikan,” ucap Edy.

Edy menjelaskan, mobil Avanza melaju kencang di jalur curam dari arah Kota Batu. Mobil  bernopol B 1770 PKU itu diduga mengalami rem blong kemudian terguling usai menabrak tiang listrik.

Dugaan itu bisa ditengarai dari kondisi mobil saat dievakuasi, handrem dalam posisi yang naik alias ditarik oleh pengemudi sebelum terguling. Kemudian gigi transmisi dalam posisi netral.

“Mobil ini berupaya mendahului, mungkin karena pengemudi tidak menguasai medan akhirnya menabrak tiang listrik kemudian terjungkal ke tebing sedalam sepuluh meter,” ujarnya. (jan/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here