Dua di antara empat anggota keluarga Heri yang dirawat di RSI Sakinah diduga karena keracunan usai menyantap nasi rawon dan aneka menu makanan dan minuman lain.

IM.com – Sebanyak tujuh orang satu keluarga asal Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, mengalami keracunan setelah menyantap nasi rawon, rujak dan aneka menu makanan lain. Seorang korban di antaranya meninggal dunia ketika dilarikan ke rumah sakit, Sabtu (8/6/2019) malam.

Ketujuh korban keluarga Heri (55) mengalami keracunan ketika bertamasya ke Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Sabtu (8/6/2019). Begitu tiba di tempat rekreasi, Sabtu malam sekitar Pukul 20.00 WB, satu keluarga berjumlah 14 orang langsung menyantap aneka menu makanan yang dibawa dari rumah.

Selang dua jam usai menyantap bekal makanan, tujuh orang tiba-tiba merasa mual dan pusing. Malam itu juga, Heri memutuskan untuk kembali pulang ke Mojokerto dan membawa anggota keluarganya yang merasakan sakit ke RSI Sakinah, Sooko.

Di tengah perjalanan, salah satu korban, Wagimin (66), rupanya tak mampu menahan rasa sakit hingga akhirnya meninggal dunia.


“Korban meninggal sebelum sempat mendapat pertolongan,” kata Kepala UGD RSI Sakinah dr Fitria Intan.

Sementara tiga korban sampai kini masih dirawat di rumah sakit, dan dua orang lain tidak sampai menjalani rawat inap. Ketiga korban yang menjalani rawat inap di RSI Sakinah yakni Heri (53), Nova Anggraeni, (36) asal Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto dan Juma’atin (64), asal Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Saat ini kondisi mereka berangsur membaik.

Sedangkan satu korban lagi, Tiah (58), memaksa pulang untuk mengurus pemakaman suaminya. Ketiga korban kini sedang diobservasi sembari mendapatkan obat anti muntah dan diare agar tak mengalami dehidrasi.

Pihak RS belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Wagimin dan sakit yang dialami keluarga Heri. Apakah karena keracunan makanan atau ada faktor lain.

“Penyebab keracunan bisa karena makanan, tangan kotor saat makan atau minuman. Kita masih melakukan rangkaian pemeriksaan, termasuk mengambil sampel darah untuk memastikan penyebabnya,” papar dr Fitria. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here