Jembatan di Dusun Pekojo, Desa Tunggal Pager yang menjadi akses masyarakat dari sejumlah desa di Kecamatan Pungging menuju jalan protokol di Kecamatan Mojosari rawan ambruk lantaran tanah pondasi jembatan yang tergerus air.

IM.com – Jembatan besi (bekas jalan lori) Sungai Gembolo yang menghubungkan Dusun Pekojo-dusun Panjer, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Mojokerto ditutup. Tindakan ini menyusul tergerusnya sebagian tanah yang menjadi pijakan untuk pondasi tembok jembatan.

Titik pondasi yang tergerus itu di sebelah barat jembatan. Kondisi ini membuat jembatan yang dibangun atas swadaya masyarakat desa lima tahun lalu tersebut.

Info dari salah satu warga setempat, sebetulnya pada tahun lalu pondasi jembatan itu akan diperbaiki termasuk tepi sungai di bagian utara dan selatan jembatan. Dalam waktu dekat, warga akan memperbaiki pondasi jembatan yang tergerus air.

Dari pantauan di lokasi, material batu belah dan kawat baja (gronjong) sudah disiapkan di sisi tangkis sungai bagian barat.


Jembatan besi dengan lebar sekitar 1,5 meter itu menghubungkan Dusun Pekojo-Panjer diketahui bermanfaat bagi hubungan sosial ekonomi masyarakat. Bisa juga disebut jalan alternatif untuk menuju jalan raya protokol di Kecamatan Mojosari.

Jembatan ini dinilai akses paling mudah menuju dua pasar di wilayah Kecamatan Mojosari. Para pedagang keliling di Desa Tunggalpager dan sekitarnya yang mengendarai sepeda motor biasanya melewati jembatan ini. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here