Peta sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto per 29 Juli 2020.

IM.com – Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Raya kembali masuk kategori zona merah dalam peta sebaran Covid-19. Ini menyusul bertambahnya kasus positif corona yang masih dalam perawatan, sebanyak 172 pasien di kabupaten 39 pasien di kota per Rabu (29/7/2020).

Secara keseluruhan, sejak virus corona merebak tercatat telah menjangkiti 443 orang warga Kabupaten Mojokerto. Selain pasien yang masih dirawat, sebanyak 253 pasien sembuh dan 18 meninggal dunia.

Penanggulangan virus corona di Kabupaten Mojokerto sesungguhnya sempat membaik dengan ditandai naiknya status zona merah menjadi oranye sepekan lalu. Namun mulai kemarin, wilayah ini kembali masuk zona merah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto enggan menjelaskan alasan memburuknya kembali penyebaran coronavirus di wilayahnya.

“Masih kita rapatkan, untuk penjelasan secara teknis coba ke Dinas Kesehatan,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto.

Sedangkan jumlah kasus di Kota Mojokerto mencapai 232 sejak awal penyebaran Covid-19, di mana 181 pasien sembuh dan 12 orang meninggal. Selain 39 pasien yang masih dalam perawatan.

Jumlah kasus positif Covid-19 dalam perawatan ini sesungguhnya turun dibanding periode zona merah pertama pada Mei-Juni 2020. Saat sebelum turun ke zona oranye, jumlah kasus positif di Kota Mojokerto tercatat sebanyak 59 kasus.

Namun data terbaru ini cukup membuat daerah yang dipimpin Walikota Ika Puspitasari itu naik status menjadi zona merah. Sebelumnya, Kota Mojokerto sempat turun ke zona oranye beberapa waktu lalu.

“Kasus yang dirawat di rumah sakit juga tidak mengalami penurunan lebih dari 50 persen. Penurunannnya hanya sebesar 22,2 persen,” kata Puspitasari kepada wartawan, Rabu (29/7/2020).

Ning Ita mengatakan peningkatan status zona ini disebabkan bertambahnya kasus positif Covid-19 cukup signifikan pada Juli 2020, sebanyak 12 kasus pasien. Selain itu, pada bulan ini juga ada dua pasien Covid-19 di Kota Mojokerto yang meninggal dunia.

“Penurunannya jauh di bawah 50 persen, menjadikan gambaran peta Kota Mojokerto pada periode kedua ini menjadi merah lagi. Ini menjadi keprihatinan kita bersama, kembali berada di status zona merah lagi,” tuturnya.

Meski dianggap memburuk, Ning Ita mengaku optimis penyebaran Covid-19 ini di daerahnya masih bisa dikendalikan. Ditambah lagi angka kesembuhan pasien Covid-19

di perode kedua ini mengalami peningkatan signifikan.

“Patut kita syukuri bersama, angka kesembuhan kita sangat luar biasa yakni sebesar 175 orang dari 227 kasus atau sebesar 77,1 persen,” jelas walikota yang akrab disapa Ning Ita.

Selanjutnya, Wali Kota juga bakal melakukan berbagai upaya, agar Kota Mojokerto keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. Diantaranya, dengan melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi terkait protokol kesehatan diberbagai media baik medsos, baliho dan poster yang ditempelkan di seluruh sektor.

“Kita juga gencar melakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat,” ucapnya.

Ning Ita pun meminta kesadaran seluruh warga Kota Mojokerto untuk bersama-sama memerangi wabah corona. Yakni dengan melakukan phsycal distancing dan selalu menggunakan masker saat keluar rumah. Selain itu juga dengan menjaga kebersihan.

Perlu ada upaya bersama-sama seluruh gugus tugas dan elemen masyarakat agar kondisi Kota Mojokerto bisa segera berubah menjadi zona oranye, lalu berlanjut zona kuning serta bisa menjadi hijau,” harapnya,” tandas Ning Ita. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here