Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari beserta jajaran Forkopimda saat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75 di depan patung Soekarno kecil di halaman SDN Purwotengah.

IM.com – Gedung SD Negeri Purwotengah di Jalan Taman Siswa Kota Mojokerto yang  bakal disulap menjadi Soekarno Center. Rencana restorasi bangunan yang menyimpan jejak sejarah Proklamator RI Soekarno itu menguat setelah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Budaya terpikat.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan, Soekarno Center ini akan menjadi tempat untuk mengabadikan motivasi dan perjuangan sang proklamator. Tempat itu bisa menjadi tempat belajar dan menimba keteladanan Soekarno bagi generasi muda.

“Kami ingin, jejak Soekarno kecil ini dapat terus dikenang di Kota Mojokerto sebagai bentuk ikon bagi kalangan anak muda dalam menggapai cita-citanya. Untuk itu, sekolah dimana beliau (Soekarno) pernah mengenyam pendidikan rencananya akan kami restorasi kembali sebagai Soekarno Center atau Galeri Soekarno,” jelas wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini, Kamis (1/10/2020).

Untuk pembangunan Soekarno Center, Walikota mengatakan SDN Purwotengah nantinya akan memiliki gedung pameran serta audio visual. Galeri Soekarno itu akan menampilkan perjalanan Soekarno semasa di Kota Mojokerto secara visual.

Sehingga, imbuh Walikota yang akrab disapa Ning Ita, jejak-jejak Soekarno selama di Bumi Majapahit yang tak pernah terekspos dapat diketahui oleh seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Mojokerto.

“Sebenarnya, tidak hanya gedung sekolah dasar saat Soekarno kecil saja yang ada di Kota Mojokerto. Jejak beliau saat mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) pada tahun 1911, yang sekarang menjadi SMP Negeri 2 Kota Mojokerto serta tempat tinggalnya selama menetap di Mojokerto, juga akan kami lestarikan sejarahnya,” jelas Ning Ita.

Soekarno kecil yang akrab disapa dengan panggilan Koesno memang pernah mengenyam pendidikan di gedung SDN Purwotengah selama enam tahun pada 1907-1912. Kala itu, namanya masih Inlandsche School atau Tweede School (Sekolah Ongko Loro).

Sekolah Ongko Loro merupakan sebuah julukan bagi sekolah anak pribumi. Sekolah inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya SD Negeri Purwotengah di Jalan Taman Siswa, yang saat ini masih dipertahankan keasliannya.

Ning Ita menjelaskan bahwa, di halaman SDN Purwotengah saat ini sudah berdiri patung Soekarno kecil yang mengenakan pakaian perpaduan gaya Belanda dan Jawa. Patung Koesno juga mengenakan blankon, lengkap dengan dasi kupu-kupu dan kain batik sebagai bawahannya.

“Keberadaan patung ini, merupakan sebuah simbol bahwa Presiden Pertama Republik Indonesia, pernah bersekolah di Kota Mojokerto,” tutur Ning Ita.

Pada rapat secara daring tersebut, Ning Ita memaparkan konsep tentang Soekarno Center di hadapan para pejabat di lingkungan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur dan Pimpinan Redaksi Historia. Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid pun menyambut baik gagasan Pemerintah Kota Mojokerto dalam melestarikan jejak Soekarno semasa kecil. Ia pun mendukung penuh revitalisasi bangunan sejarah di Kota Mojokerto. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here