MUI Kabupaten Mojokerto dalam rakerda mengeluarkan pernyataan sikap atas bentrokan antara polisi dan laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Cikampek-Jakarta.

IM.com – Insiden bentrokan antara polisi dan laskar Front Pembela Islam (FPI) menyedot perhatian umat Islam dari berbagai daerah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama tokoh lintas organisasi massa Islam di Kabupaten Mojokerto menyatakan dukungan kepada Polri untuk mengusut tuntas insiden yang menewaskan enam pengawal pimpinan Habib Rizeq Shihab.

MUI Kabupaten Mojokerto Jawa Timur mengutuk keras segala bentuk aksi premanisme yang berkedok agama. MUI juga mengeluarkan fatwa agar masyarakat, khususnya umat Islam, agar menjauhi perilaku premanisme yang mengatasnamakan agama.

“Mengecam seluruh aktifitas maupun gerakan premanisme yang dilakukan oleh Ormas, terutama yang dilakukan oleh Ormas terhadap anggota Polri yang sedang menjalankan tugas di Tol Jakarta – Cikampek sehingga menimbulkan bentrok fisik di kedua belah pihak,” demikian pernyataan sikap MUI Kabupaten Mojokerto.

Pernyataan sikap ini dirumuskan dalam kegiatan Rakerda Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mojokerto, yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Mojokerto, Minggu (13/12/2020) lalu. Bagi MUI, pernyataan sikap ini sebagai bentuk penolakan keras atas aksi yang dilakukan oleh sejumlah kelompok atau golongan, yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan negara.

“MUI Kabupaten Mojokerto mendukung penuh atas sikap tegas Polri terutama Polda Metro Jaya dalam melakukan penindakan dan penegakan hukum kepada siapapun tanpa pandang bulu, dengan tetap berpedoman pada aturan hukum yang berlaku.”

Selain itu, MUI mengajak kepada stake holder dan seluruh elemen masyarakat, utamanya para ulama, untuk turut berperan aktif dalam menciptakan suasana yang aman, damai, sejuk, dan kondusif di Kabupaten Mojokerto.

“Mari bersama-sama mematuhi protokol kesehatan  yang telah ditetapkan oleh pemerintah selama pandemi Covid-19, demi kebaikan bersama, dan marilah kita sama-sama berdo’a demi kebaikan seluruh anak bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat Kabupaten Mojokerto,” demikian tertulis dalam pernyataan sikap tersebut.

Pernyataan ini ditulis ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Mojokerto KH. A. Cholil Arphaphy dan Sekretaris Umum Ghozali.

Senada dengan Ketua MUI Kabupaten Mojokerto, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto KH Abdul Adhim Alwy menyatakan dukungannya atas tindakan Polri. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu bentuk tindak tegas yang harus dilakukan.

“PCNU Kabupaten Mojokerto mendukung sikap tegas Polri dalam hal ini yang dilakukan oleh Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya dalam penindakan terhadap siapapun dalam upaya penegakan hukum di Indonesia,” tandas Abdul Adhim Alwy.

Hari ini, Selasa (15/12/2020) sekelompok massa Islam memakai pakaian dan peci putih mendatangi Mapolsek Mojosari. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terhadap penanganan insiden penembakan terhadap enam laskar pengawal Habib Rizieq Shihab di Tol Cikampek-Jakarta serta kasus pelanggaran protokol kesehatan yang menjerat pimpinan FPI. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here